KabarBaik.co – Proses ekskavasi Situs Tondowongso di Desa Tondowongso, Kabupaten Kediri, terus berlanjut. Memasuki hari keenam pada Senin (25/8), tim berhasil menyelesaikan delapan titik fondasi tiang pancang yang akan menjadi penopang cungkup pelindung situs.
Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri, Eko Priyatno, menjelaskan bahwa tahapan ini penting untuk menjaga struktur bersejarah dari kerusakan akibat cuaca.
“Struktur yang ada sangat rawan terhadap panas maupun hujan. Karena itu, kami menargetkan segera berdiri cungkup agar lebih aman,” ujar Eko.
Ia menambahkan, proses ekskavasi tidak hanya fokus pada fondasi cungkup, tetapi juga memastikan tidak ada tinggalan arkeologis yang terlewat.
“Kami ingin memastikan tidak ada fragmen arca atau sisa struktur yang tertinggal di bawah tanah,” imbuhnya.
Situs Tondowongso sendiri merupakan peninggalan bersejarah dari masa Mataram Kuno sekitar abad XI-XII Masehi. Sejak ditemukan pada 2006, situs ini menghadirkan sejumlah temuan penting seperti arca Durga Mahesasuramardini, Siwa, Nandi, Yoni, hingga fragmen arca lainnya. Penetapan sebagai Cagar Budaya Kabupaten Kediri sudah dilakukan sejak 2018.
Menurut Eko, setelah pembangunan cungkup selesai, tahap berikutnya adalah pendalaman penelitian untuk mengungkap sejarah candi induk yang diyakini ada di kawasan tersebut. Kawasan seluas 9.700 meter persegi itu juga direncanakan menjadi ruang belajar sejarah sekaligus destinasi wisata budaya.
“Pengembangan destinasi wisata tidak harus menunggu penelitian rampung. Harapannya, situs ini bisa menjadi kebanggaan sekaligus manfaat bagi masyarakat Kediri,” pungkasnya.






