Empati Bencana Sumatra, Polisi Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru di Jombang

oleh -55 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 30 at 5.23.13 PM scaled
Polisi Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru di Jombang

KabarBaik.co – Pergantian Tahun Baru 2026 di Jombang akan berlangsung lebih sederhana. Polres Jombang resmi melarang penggunaan kembang api dan petasan sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengatakan kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung dari Polri yang diberlakukan secara nasional.

Larangan ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga menumbuhkan empati sosial di tengah suasana duka yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

“Larangan ini bukan semata soal keamanan, tetapi juga soal rasa kemanusiaan. Kita ingin masyarakat ikut merasakan dan menghormati kondisi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Ardi kepada wartawan, Selasa (30/12).

Menurut Ardi, merayakan tahun baru dengan pesta kembang api dan petasan dinilai kurang pantas ketika banyak warga, khususnya di wilayah Sumatera, masih berjuang menghadapi dampak bencana alam. Karena itu, seluruh jajaran kepolisian diminta melakukan pengawasan ketat di lapangan.

Polres Jombang juga menegaskan tidak akan segan menindak pihak-pihak yang nekat melanggar aturan tersebut. Penertiban hingga pembubaran kegiatan akan dilakukan, terutama jika penggunaan petasan atau kembang api terjadi di lokasi keramaian.

“Jika masih ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak tegas demi menjaga ketertiban dan keamanan bersama,” tegasnya.

Selain larangan kembang api, polisi juga mewaspadai potensi gangguan kamtibmas lain yang kerap muncul saat malam tahun baru, seperti konvoi kendaraan dan aksi kebut-kebutan di jalan. Aktivitas tersebut dinilai berisiko tinggi memicu kecelakaan lalu lintas maupun konflik antar warga.

Ardi pun mengajak masyarakat mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih positif dan bermakna, seperti doa bersama, kegiatan keagamaan, atau aksi sosial di lingkungan masing-masing.

“Dengan cara itu, kita tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menunjukkan solidaritas dan kepedulian sebagai sesama anak bangsa,” pungkas Ardi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.