Festival Nasi Krawu Vol. 4 Cetak Rekor Dunia MURI, Bupati Gresik: Perkuat Identitas Budaya Daerah

oleh -229 Dilihat
Festival Nasi Krawu Vol. 4 yang diselenggarakan KWGe di Gresik Universal Science. (Foto: Ist)
Festival Nasi Krawu Vol. 4 yang diselenggarakan KWGe di Gresik Universal Science. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang digelar Komunitas Wartawan Grissee (KWGe) mencatatkan prestasi membanggakan setelah meraih Rekor Dunia Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Minggu (28/6).

Penghargaan tersebut diberikan atas penyusunan gunungan setinggi sekitar 4,5 meter yang terdiri dari 3.000 bungkus nasi krawu di kawasan Gresik Universal Science (GUS), Kecamatan Balongpanggang.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat memperkuat identitas daerah sekaligus memperkenalkan Gresik ke tingkat nasional hingga internasional.

Didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Yani mengapresiasi konsistensi KWGe yang selama empat kali penyelenggaraan terus menghadirkan inovasi untuk mengangkat nasi krawu sebagai ikon kuliner khas Gresik.

Menurut dia, pelestarian budaya akan memberikan dampak yang lebih luas apabila dilakukan secara kolaboratif dan dikemas dalam kegiatan yang mampu menarik partisipasi masyarakat.

“Nasi krawu bukan sekadar makanan khas. Nasi krawu adalah identitas Kabupaten Gresik. Di mana pun orang mengenal Gresik, salah satu yang langsung diingat adalah nasi krawu. Karena itu, upaya melestarikan kuliner ini menjadi sangat penting,” ujar Bupati Yani.

Yani mengatakan, Festival Nasi Krawu menunjukkan bahwa warisan budaya dapat berkembang menjadi ruang kebersamaan yang memberi manfaat di berbagai sektor. Selain memperkenalkan identitas daerah, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Berangkat dari budaya, kemudian tumbuh menjadi ruang wisata yang mempertemukan masyarakat. Orang datang bersama keluarga untuk menikmati festival, mengenal kuliner khas Gresik, dan pada saat yang sama kegiatan ini ikut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” tuturnya.

Ia berharap keberhasilan meraih Rekor Dunia MURI menjadi motivasi untuk terus melahirkan inovasi dalam mempromosikan potensi Kabupaten Gresik.

Menurutnya, pencapaian tersebut bukan menjadi akhir, melainkan awal lahirnya berbagai gagasan baru yang semakin memperkuat citra Gresik sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman KWGe yang terus konsisten memperkenalkan nasi krawu hingga semakin dikenal masyarakat luas. Hari ini prestasinya telah mencapai Rekor Dunia MURI. Semoga ke depan lahir lebih banyak lagi ide-ide kreatif yang membawa nama Kabupaten Gresik semakin dikenal,” imbuhnya.

Yani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival, mulai dari Forkopimda, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, pelaku usaha, sponsor, hingga masyarakat Balongpanggang.

Sementara itu, Perwakilan MURI Ari Andriani menjelaskan bahwa pengukuhan Rekor Dunia diberikan bukan hanya karena jumlah sajian yang berhasil disusun, tetapi juga karena festival tersebut dinilai berhasil mengangkat nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Gresik.

“Sego krawu bukan sekadar nasi dengan suiran daging, serundeng, dan sambal. Sego krawu adalah identitas, warisan leluhur, sekaligus simbol kehangatan serta keramahan masyarakat Gresik,” jelas Ari.

Berdasarkan hasil verifikasi MURI, gunungan sego krawu setinggi sekitar 4,5 meter yang terdiri atas 3.000 bungkus telah memenuhi seluruh persyaratan pencatatan rekor.

Atas dasar itu, MURI menetapkan capaian tersebut sebagai Rekor Dunia karena dinilai berhasil mengangkat kuliner tradisional Indonesia melalui sebuah perhelatan budaya yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan berbagai kegiatan, seperti bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, lomba anak-anak, layanan publik, hingga aktivitas edukatif.

Seluruh rangkaian kegiatan menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dalam melestarikan budaya sekaligus mempromosikan potensi Kabupaten Gresik.

Usai prosesi penyerahan piagam Rekor Dunia MURI kepada KWGe, ribuan bungkus nasi krawu yang tersusun dalam gunungan dibagikan kepada masyarakat. Antusiasme warga yang memadati kawasan GUS menjadi penutup festival yang tidak hanya menorehkan prestasi, tetapi juga menegaskan bahwa budaya lokal dapat menjadi kekuatan dalam membangun kebanggaan daerah.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.