KabarBaik.co – Fosil gajah purba (stegodon) ditemukan di kawasan Hutan lerenga Gunung Pandan, Desa Tritik, Rejoso, Nganjuk. Tim Museum Geologi Bandung didampingi Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disbudoarpora) melakukan ekskavasi fosil tersebut.
“Fosil sebenarnya ditemukan anggota saudara Susilo (alm) dari komunitas Kota Sejuk 1 tahun lalu saat mendampingi tim Badan Geologi Nasional Bandung melakukan survei potensi sebaran fosil di Hutan Tritik,” ujar Kepala Disbudparpora Gunawan Widagdo, Senin (20/10).
Gunawan mengatakan saat itu sudah dilakukan ekskavasi pendahuluan. Namun karena waktunya tidak cukup, maka areal ekskavasi ditutup dengan gipsum dan terpal untuk selanjutnya dikubur kembali demi keselamatan.
Pada Oktober tahun ini, kata Gunawan, dilakukan ekskavasi dan penelitian lanjutan. Namun ekskavasi sepertinya waktunya juga tidak cukup sehingga yang diangkat hanya beberapa bagian saja yang sudah jelas terbuka.
“Fosil yangg ditemukan selanjutnya akan dikirim ke Bandung di Museum Geologi untuk dilakukan konservasi dan dibuatkan replikanya,” lanjut Gunawan.
Replika yang lain rencananya juga akan ditempatkan di museum prasejarah Tritik dan di Museum Nasional mengingat ini merupakan temuan fosil stegodon terlengkap yang pernah ada di Indonesia. Fosil sepanjang 255 cm tersebut diketahui sebagai stegodon dari rahang dan giginya.
“Proses ekskavasi berlangsung sejak Selasa (14/10) hingga 21 Oktober besok,” kata Gunawan.
Gunawan menjelaskan fosil stegodon tersebut diperkirakan telah berusia ratusan ribu hingga jutaan tahun lalu.
“Perkiraan antara 800 tahun hingga 1,2 juta tahun berdasarkan penelitian dari tim Geologi Bandung,” jelas Gunawan. (*)






