KabarBaik.co – Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Jember memberikan catatan serius bagi Pemerintah Kabupaten Jember memasuki tahun anggaran 2026.
Fokus utama yang ditekankan adalah percepatan pelaksanaan APBD guna menekan angka pengangguran yang masih menjadi keluhan utama masyarakat.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo menyatakan, bahwa setelah APBD resmi disahkan, pemerintah harus segera menyusun perencanaan yang matang agar penyerapan anggaran tidak menumpuk di akhir tahun.
“Kami mendorong pemerintah untuk segera membuat perencanaan agar serapan anggaran di triwulan pertama dan kedua sudah bisa dilaksanakan. Jangan sampai pola lama terulang kembali,” tegasnya, saat dikonfirmasi pada Minggu (4/1).
Ipung sapaan akrabnya juga menyampaikan, berdasarkan hasil reses yang dilakukan anggota fraksi, ditemukan adanya kesenjangan antara laporan pemerintah dengan realitas di lapangan.
Meski pemerintah mengklaim angka pengangguran menurun, Fraksi PDI Perjuangan masih menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait sulitnya lapangan kerja.
“Banyak persoalan di bawah, termasuk pengangguran dan masalah pertanian. Manakala APBD mampu diserap di awal tahun, terutama untuk pembangunan infrastruktur yang dikelola masyarakat, ini akan membuka ruang lapangan pekerjaan secara langsung,” ungkap pria yang juga menjabat Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember itu.
Fraksi PDI Perjuangan menegaskan akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah berdasarkan catatan-catatan penting dari tahun 2025 agar target pembangunan di tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal.(*)






