KabarBaik.co Jombang – Jalan nasional di Jombang kembali memakan korban. Gandengan sebuah truk gandeng terguling setelah as roda patah saat melintas di Desa Palrejo, Kecamatan Sumobito, Selasa (24/2) sekitar pukul 06.00 WIB.
Truk bernomor polisi L 8232 UC itu diketahui tengah mengangkut tanah liat dari Trenggalek menuju Gresik.
Sopir truk, Rudi, 38, mengatakan sejak memasuki wilayah Jombang kondisi jalan sudah terasa tidak nyaman. Banyaknya lubang dan tambalan yang tidak rata membuat laju kendaraan tidak stabil.
“Ini tadi dari Trenggalek bawa muatan tanah liat tujuan Gresik. Sepanjang masuk Jombang jalannya memang banyak lubang,” ujar Rudi saat ditemui di lokasi kejadian Selasa siang.
Menurut dia, insiden terjadi ketika truk melintas di ruas jalan Desa Palrejo. Kendaraan yang dikemudikannya terperosok ke dua lubang beruntun. Tak lama kemudian, as roda gandengan sisi kiri patah.
“Perkiraan karena lubang itu. Habis kena glodak, terus langsung patah dan gandengannya ambruk,” kata warga Kras, Kediri, tersebut.
Akibat kejadian itu, gandengan truk roboh dan muatan tanah liat tumpah ke pinggir jalan. Beruntung, Rudi bersama dua orang kenek yang berada di kabin depan selamat tanpa mengalami luka.
“Ya ambruk semua muatannya. Untung saya sama dua kenek di depan selamat,” ucapnya.
Hingga Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB, proses evakuasi belum rampung. Rudi masih menunggu bantuan truk lain untuk memindahkan muatan sebelum gandengan yang ambruk diderek.
“Rencananya dipindah dulu muatannya, setelah itu baru gandengannya diderek,” katanya.
Kecelakaan tunggal tersebut sempat membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat. Bangkai truk menutup sebagian jalur, sehingga pengendara harus melambat dan ekstra hati-hati saat melintas.
Secara terpisah, Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Siswanto membenarkan peristiwa tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
“Untuk kecelakaannya tunggal, tidak ada korban. Kami masih membantu proses evakuasi gandengan yang ambruk,” ujar Siswanto. (*)






