2 Perempuan Lansia Jombang Bertahan Produksi Besek Bambu, Jaga Tradisi di Tengah Gempuran Plastik

oleh -492 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 11 at 11.23.38 AM
2 perajin lansia di Desa Janti, Jombang, tetap setia menganyam besek bambu (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang— Di tengah maraknya penggunaan kantong plastik yang praktis namun kurang ramah lingkungan, dua perempuan lansia di Dusun Dukuhsari, Desa Janti, Mojoagung, Jombang, tetap setia menjaga tradisi anyaman bambu.

Mereka adalah Nurkhasanah, 67, dan Sophia, 57. Keduanya masih aktif memproduksi besek atau tumbu, wadah tradisional dari bambu yang kini mulai sulit ditemukan di pasaran.

Di teras rumahnya, Nurkhasanah tampak cekatan mengolah bambu. Dengan tangan yang mulai keriput, ia tetap lihai memotong, menyerut hingga tipis, lalu menganyamnya menjadi besek.

“Anyaman seperti ini warisan dari orang tua sejak dahulu. Saya sudah menekuni lama sekali,” ujar Nurkhasanah, Sabtu (11/4).

Proses pembuatan besek masih dilakukan secara manual. Modal bahan baku yang dibutuhkan pun relatif kecil, sekitar Rp 50.000. Dari proses tersebut, mereka bisa menghasilkan puluhan besek yang dijual dengan harga Rp 15.000 per 20 buah.

Meski tergolong murah, produk mereka tetap memiliki nilai ekonomi. Bahkan, permintaan masih datang dari pelanggan tetap di wilayah Jogoroto.

Sophia mengatakan besek biasanya digunakan sebagai wadah tape singkong maupun nasi. Jika produksi sudah cukup banyak, hasil anyaman akan diambil oleh pengepul.

“Meskipun pembuat tumbu besek sekarang sudah hampir tidak ada karena banyak yang berhenti, kami tidak mau menyerah. Kami ingin anyaman ini tetap diminati masyarakat luas,” kata Sophia.

Di tengah perubahan zaman dan peralihan ke teknologi modern, apa yang dilakukan Nurkhasanah dan Sophia menjadi contoh ketekunan sekaligus upaya pelestarian budaya.

Keduanya membuktikan bahwa keterampilan tradisional masih bisa bertahan dan memberikan nilai ekonomi, sekaligus menjadi alternatif ramah lingkungan di tengah dominasi produk plastik.

Kisah dari Desa Janti ini menjadi pengingat bahwa warisan leluhur tetap relevan, selama ada yang menjaga dan melestarikannya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.