KabarBaik.co, Banyuwangi – Pesanan besek bambu buatan perajin di Lingkungan Papring, Desa/Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, melonjak tajam dalam beberapa waktu terakhir. Permintaan meningkat setelah naiknya harga plastik karena terdampak perang Iran-Amerika.
Salah satu warga Papring, Widie Nurmahmudy, permintaan bahkan meningkat sejak sepekan terakhir. Konsumen meningkat siginifikan hingga banyak pembeli harus rela inden.
“Dalam satu minggu ini pesanan jauh lebih banyak, sampai harus inden. Pengrajin juga sampai saling mencari tahu siapa yang masih punya stok untuk memenuhi permintaan,” kata Widie, Kamis (16/4).
Menurut dia, permintaan datang dari berbagai wilayah di Banyuwangi dan didominasi pembeli partai besar untuk dijual kembali. Tingginya minat pasar juga membuat harga besek naik dari sekitar Rp 1.500 menjadi Rp 2.500 per buah di tingkat pengrajin.
Meski harga naik, minat pembeli tidak surut. Bahkan, pesanan terus berdatangan untuk kebutuhan kemasan makanan, hampers, hingga stok usaha.
Lonjakan permintaan membuat pengrajin harus memutar strategi agar produksi tetap berjalan. Salah satunya dengan melibatkan warga sekitar dalam proses pembuatan.
Widie menuturkan, ibunya yang juga pengrajin kini mengajak emak-emak tetangga membantu produksi, mulai dari pemotongan bambu hingga pembentukan besek.
“Dulu dikerjakan sendiri. Sekarang karena pesanan meningkat, ibu saya mengajak emak-emak sekitar untuk membantu dari proses awal sampai finishing,” ujarnya.






