KabarBaik.co, Jombang – Pemerintah Desa (Pemdes) Kepatihan, Kecamatan Jombang, kembali menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.
Tak hanya itu, desa juga memberikan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal.
Program yang digelar di Kantor Desa Kepatihan, ini dihadiri Sekretaris DPMD Jombang Rika Paur Fibriamayusi, Camat Jombang Muchtar, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ibrahim Hadi Wibowo, Ketua Spekal Joko Fatah Rochim, Kapolsek Jombang AKP Edy Widoyono, serta ratusan warga penerima manfaat.
Sebelum penyaluran bantuan, Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga warga yang meninggal dunia.
Erwin mengatakan, bantuan seragam sekolah telah menjadi program rutin desa sejak 2018 sebagai bentuk kepedulian terhadap biaya pendidikan warga.
“Tujuannya hanya untuk meringankan beban wali murid saat memasuki tahun ajaran baru,” ujarnya, Sabtu (11/7).
Tahun ini, sebanyak 170 siswa menerima bantuan seragam, menurun dibanding tahun lalu yang mencapai lebih dari 300 penerima. Penurunan itu dipengaruhi efisiensi anggaran dana desa.
Bantuan diberikan kepada siswa SD/MI kelas 2 hingga kelas 5 serta siswa SMP/MTs. Sementara siswa yang baru masuk SMP tidak menerima bantuan karena telah memperoleh seragam dari Pemerintah Kabupaten Jombang.
Penerima diprioritaskan bagi keluarga prasejahtera yang masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyandang disabilitas, dan anak yatim. Anggaran yang dialokasikan untuk program ini sekitar Rp 32 juta.
Selain bidang pendidikan, Pemdes Kepatihan juga meluncurkan program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal seperti pelaku UMKM, tukang becak, ojek online, kurir, dan pekerja sektor lainnya.
Menurut Erwin, kebijakan itu diambil setelah desa melakukan penyesuaian anggaran. Daripada mengalokasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang membutuhkan dana besar, desa memilih memberikan perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal.
“Kami ingin masyarakat merasa lebih aman saat bekerja karena memiliki perlindungan jika terjadi kecelakaan kerja maupun risiko kematian,” katanya.
Sekretaris DPMD Jombang, Rika Paur Fibriamayusi, mengapresiasi langkah Pemdes Kepatihan yang dinilai mampu menghadirkan program menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Semoga program ini terus berlanjut dan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Jombang,” tuturnya.
Salah satu warga penerima bantuan, Ika Trisna Savitri, 29, mengaku bersyukur anaknya yang kini duduk di kelas 2 SD memperoleh satu setel seragam sekolah gratis.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu meringankan beban orang tua. Semoga setiap tahun tetap ada,” ungkapnya.






