Usia Produktif Dominasi Kasus HIV di Sidoarjo, Kelompok 25-40 Tahun Tembus 3.767 Orang

oleh -54 Dilihat
Ilustrasi. (Foto: Ist)
Ilustrasi. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Ancaman HIV di Kabupaten Sidoarjo paling banyak menyasar kelompok usia produktif. Dari ribuan orang dengan HIV (ODHIV) yang ditemukan, kelompok umur 25 hingga 40 tahun tercatat mendominasi dengan jumlah mencapai 3.767 orang.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat total 7.182 ODHIV telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.518 orang berdomisili di Sidoarjo, sedangkan 2.664 lainnya berasal dari luar daerah.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Kabupaten Sidoarjodr. Rahmi Alfiyanti Nisaul Khoirot, mengatakan dominasi kasus pada usia produktif menjadi perhatian dalam upaya pengendalian HIV di Sidoarjo.

“Kalau dilihat dari kelompok umur, paling tinggi memang usia 25 sampai 40 tahun. Jumlahnya mencapai 3.767 orang. Ini merupakan kelompok usia produktif,” ujarnya, Sabtu (11/7).

Selain kelompok usia 25-40 tahun, sebanyak 999 kasus ditemukan pada usia 18-24 tahun. Sementara usia di atas 50 tahun tercatat sebanyak 2.240 orang. Adapun kelompok usia 0-10 tahun sebanyak 116 orang dan usia 11-17 tahun mencapai 60 orang.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, kasus HIV masih didominasi laki-laki. Tercatat sebanyak 4.593 ODHIV berjenis kelamin laki-laki, sedangkan perempuan mencapai 2.589 orang.

Dari keseluruhan kasus yang ditemukan, sebanyak 4.782 ODHIV tercatat masih hidup. Sebanyak 3.064 orang menjalani terapi antiretroviral (ARV), sementara 1.708 lainnya masuk kategori lost to follow up (LFU) atau tidak lagi melanjutkan pemantauan dan pengobatan secara rutin.

Rahmi menegaskan, keberlanjutan terapi ARV menjadi bagian penting dalam penanganan ODHIV. Terlebih, jumlah ODHIV yang tidak lagi melanjutkan pemantauan masih cukup tinggi.

“Yang menjadi perhatian kami adalah kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Terapi ARV harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar kondisi ODHIV tetap terkontrol,” jelasnya.

Sementara itu, sebanyak 1.718 ODHIV tercatat telah meninggal dunia. Sedangkan 692 orang lainnya dirujuk keluar untuk melanjutkan pelayanan maupun penanganan di fasilitas kesehatan lain.

Berdasarkan kelompok populasi yang berhasil diidentifikasi, laki-laki seks dengan laki-laki (LSL) menjadi kelompok terbanyak dengan 1.193 kasus. Disusul pelanggan penjaja seksual sebanyak 535 orang dan pasien tuberkulosis (TB) sebanyak 468 orang.

Kasus juga ditemukan pada 445 pasangan ODHIV, 397 pasangan berisiko tinggi, 204 wanita pekerja seks (WPS), serta 200 ibu hamil. Selain itu, terdapat 90 warga binaan pemasyarakatan, 73 waria, dan 51 pengguna narkotika suntik yang teridentifikasi.

Dinkes juga mencatat masing-masing 35 kasus pada calon pengantin dan anak ODHIV. Kemudian 29 pasien infeksi menular seksual serta enam pasien hepatitis. Namun, sebanyak 3.427 kasus lainnya belum teridentifikasi berdasarkan kelompok populasi risiko.

Tingginya kasus HIV pada kelompok usia produktif menjadi tantangan dalam upaya pengendalian penularan di Sidoarjo. Deteksi dini dan pemeriksaan pada kelompok berisiko terus didorong agar kasus dapat ditemukan dan segera mendapatkan penanganan.

Kepatuhan pengobatan juga menjadi salah satu kunci menjaga kualitas hidup ODHIV sekaligus mengendalikan risiko penularan HIV. Di tengah tingginya temuan kasus HIV tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo juga berupaya melakukan pencegahan, salah satunya melalui razia terhadap dugaan praktik prostitusi di sejumlah warung remang-remang.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.