KabarBaik.co, Sidoarjo – Lonjakan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo yang telah mencapai 7.129 orang hingga April 2026 menjadi perhatian serius. Di balik tingginya angka tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mengungkapkan bahwa kelompok LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki) menjadi kelompok dengan risiko penularan HIV tertinggi.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Hinu Tri Sulistijorini Ririn menjelaskan bahwa istilah LSL merujuk pada laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki, bukan sekadar laki-laki yang memiliki ketertarikan terhadap sesama jenis.
“Kelompok risiko tertinggi dari HIV/AIDS adalah LSL atau Laki Seks dengan Laki-laki. Perlu dipahami, LSL adalah laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki, bukan sekadar laki-laki yang menyukai laki-laki,” ujar Minggu (5/7).
Ia juga mengungkapkan bahwa mayoritas kasus HIV yang tercatat di Kabupaten Sidoarjo saat ini dialami oleh laki-laki. Kondisi tersebut menjadi perhatian utama Dinkes dalam menyusun strategi pencegahan dan pengendalian penyebaran HIV.
Menurut Hinu, tingginya angka kasus tidak hanya dipengaruhi oleh kelompok LSL. Perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan dan melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan juga menjadi faktor utama yang meningkatkan potensi penularan HIV.
“Penyebabnya antara lain berganti-ganti pasangan, hubungan ilegal, dan penyimpangan perilaku seksual. Penularan HIV terjadi melalui tiga cairan tubuh, yaitu cairan sperma, cairan vagina, dan darah,” jelasnya.
Hinu menegaskan masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman yang keliru mengenai cara penularan HIV. Padahal virus tersebut tidak menyebar melalui aktivitas sehari-hari seperti berjabat tangan, bersentuhan, menggunakan peralatan makan bersama, maupun berinteraksi secara sosial.
Karena itu, Dinkes Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk memahami faktor risiko penularan HIV sekaligus menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Edukasi, deteksi dini melalui tes HIV, serta kepatuhan menjalani pengobatan menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo.(*)






