Hubungan Seks Sesama Lelaki Jadi Penyumbang Terbesar Kasus HIV di Sidoarjo

oleh -141 Dilihat
Ilustrasi.
Ilustrasi LSL. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Lonjakan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo yang telah mencapai 7.129 orang hingga April 2026 menjadi perhatian serius. Di balik tingginya angka tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mengungkapkan bahwa kelompok LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki) menjadi kelompok dengan risiko penularan HIV tertinggi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Hinu Tri Sulistijorini Ririn menjelaskan bahwa istilah LSL merujuk pada laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki, bukan sekadar laki-laki yang memiliki ketertarikan terhadap sesama jenis.

“Kelompok risiko tertinggi dari HIV/AIDS adalah LSL atau Laki Seks dengan Laki-laki. Perlu dipahami, LSL adalah laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki, bukan sekadar laki-laki yang menyukai laki-laki,” ujar Minggu (5/7).

Ia juga mengungkapkan bahwa mayoritas kasus HIV yang tercatat di Kabupaten Sidoarjo saat ini dialami oleh laki-laki. Kondisi tersebut menjadi perhatian utama Dinkes dalam menyusun strategi pencegahan dan pengendalian penyebaran HIV.

Menurut Hinu, tingginya angka kasus tidak hanya dipengaruhi oleh kelompok LSL. Perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan dan melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan juga menjadi faktor utama yang meningkatkan potensi penularan HIV.

“Penyebabnya antara lain berganti-ganti pasangan, hubungan ilegal, dan penyimpangan perilaku seksual. Penularan HIV terjadi melalui tiga cairan tubuh, yaitu cairan sperma, cairan vagina, dan darah,” jelasnya.

Hinu menegaskan masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman yang keliru mengenai cara penularan HIV. Padahal virus tersebut tidak menyebar melalui aktivitas sehari-hari seperti berjabat tangan, bersentuhan, menggunakan peralatan makan bersama, maupun berinteraksi secara sosial.

Karena itu, Dinkes Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk memahami faktor risiko penularan HIV sekaligus menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Edukasi, deteksi dini melalui tes HIV, serta kepatuhan menjalani pengobatan menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.