KabarBaik.co, Jombang – Penunjukan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 langsung berdampak pada sektor perhotelan. Kurang dari 24 jam setelah pengumuman resmi, sejumlah hotel di Jombang dipenuhi pemesanan kamar.
Salah satunya Azana Hotel Jombang di Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan. Hotel berbintang empat yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi muktamar itu mengaku seluruh kamar yang disiapkan untuk tamu muktamar habis dipesan hanya dalam hitungan jam.
Sales Marketing Manager Azana Hotel Jombang, Adi Hermawan, mengatakan pihaknya menyiapkan 62 kamar untuk periode Muktamar NU.
“Setelah pengumuman sekitar pukul 21.00 WIB, pemesanan langsung masuk pada malam itu juga. Keesokan paginya kami sudah banyak menolak tamu untuk tanggal tersebut,” kata Adi saat ditemui, Sabtu (11/7).
Menurut dia, seluruh kamar telah terisi untuk periode 26-31 Agustus 2026. Mayoritas tamu yang melakukan reservasi berasal dari Jakarta.
Adi menyebut tingginya minat menginap di Azana Hotel dipengaruhi fasilitas yang dimiliki sebagai hotel berbintang empat di Jombang.
Seiring meningkatnya permintaan, hotel juga menyesuaikan tarif kamar selama pelaksanaan muktamar. Harga kamar naik sekitar 20-25 persen menjadi rata-rata Rp 750.000 per malam. Sementara tarif penyewaan extra bed naik dari Rp 250.000 menjadi Rp 350.000.
“Momentum ini hanya terjadi lima tahun sekali, sehingga ada penyesuaian tarif,” ujarnya.
Meski okupansi dipastikan penuh, pihak hotel belum berencana menambah jumlah karyawan. Adi menilai personel yang ada masih mampu melayani kebutuhan tamu selama muktamar berlangsung.
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada 27-31 Agustus 2026. Forum permusyawaratan tertinggi NU itu diperkirakan dihadiri sekitar 6.000 peserta resmi, peninjau, dan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Kehadiran ribuan peserta diproyeksikan memberi dampak positif bagi perekonomian Jombang, terutama sektor perhotelan, kuliner, transportasi, serta usaha mikro dan jasa lainnya.






