Gegara Banjir, SMPN 2 Tanggulangin Awali Sekolah Pascalibur Nataru dengan Satu Kelas

oleh -181 Dilihat
Aktivitas anak kelas 7 SMPN 2 Tanggulangin masuk sekolah di tengah banjir. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Banjir yang belum juga surut memaksa SMPN 2 Tanggulangin, Sidoarjo mengawali kegiatan belajar mengajar pascalibur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan pembelajaran terbatas. Pada hari pertama masuk sekolah, hanya kelas 7 yang diizinkan mengikuti pembelajaran tatap muka.

Kepala SMPN 2 Tanggulangin Supriyanto, mengatakan genangan air di lingkungan sekolah masih bertahan dan cenderung naik turun mengikuti kondisi cuaca. Saat hujan turun, ketinggian air kembali meningkat, sementara saat cuaca cerah genangan sedikit menyusut, namun tidak pernah benar-benar kering.

“Airnya naik turun tergantung cuacanya. Kalau hujan ya naik, kalau tidak hujan ya turun, tapi tidak pernah habis sama sekali. Kondisi ini sudah terjadi sejak tahun kemarin,” ujar Supriyanto, Senin (5/1).

Ia menjelaskan, banjir menggenangi area sekolah dengan ketinggian sekitar 10 hingga 20 sentimeter, sementara halaman sekolah terendam lebih tinggi, mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Akibatnya, tujuh ruang kelas atau setara satu tingkat tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar.

“Yang tergenang sekarang ada tujuh kelas dengan kedalaman 20 sentimeter, Karena genangan akibat banjir ruangannya tidak bisa dipakai, maka untuk sementara kami hanya membuka satu kelas dulu,” jelasnya.

Pada hari pertama dan kedua masuk sekolah, Senin dan Selasa, pembelajaran tatap muka dibatasi hanya untuk siswa kelas 7. Pihak sekolah masih melakukan pemantauan kondisi ruang kelas dan akses masuk sekolah demi memastikan keselamatan siswa.

“Untuk sementara yang masuk hanya anak kelas 7. Senin dan Selasa ini masih satu kelas dulu, sambil kami melihat kondisi ruangan dan jalur masuk,” tambahnya.

Supriyanto menambahkan, mulai Rabu pihak sekolah berencana menambah jumlah kelas yang masuk secara bertahap, dengan memprioritaskan siswa kelas 9 yang tengah mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sementara itu, kelas lainnya akan mengikuti pembelajaran secara daring.

“Kami ambil alternatif akses lewat belakang sekolah karena lebih aman dibandingkan lewat depan. Yang terpenting, kegiatan belajar tetap berjalan meski dengan keterbatasan,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.