Generasi Muda Dominasi Jumlah Investor Pasar Modal, Aset Masih Dikuasai Investor Senior

oleh -354 Dilihat
IMG 20251226 WA0041
KSEI menunjukkan jumlah investor pasar modal nasional telah menembus angka 20 juta, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia muda.

KabarBaik.co – Peran generasi muda dalam pasar modal Indonesia kian menguat. Data terbaru PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, jumlah investor pasar modal nasional telah menembus angka 20 juta, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia muda.

Hingga 19 Desember 2025, KSEI mencatat total investor pasar modal mencapai 20,129 juta Single Investor Identification (SID). Angka ini mencerminkan lonjakan signifikan dibandingkan posisi akhir 2024 yang tercatat sebanyak 14,871 juta SID.

“KSEI mencatat bahwa per Desember 2025, total jumlah SID sudah melebihi angka 20 juta,” ujar Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, dikutip Jumat (26/12).

Sepanjang 2025, jumlah investor pasar modal tumbuh sekitar 35 persen secara year to date (ytd). Pertumbuhan ini tidak lepas dari masifnya digitalisasi layanan investasi, kemudahan pembukaan rekening efek, serta meningkatnya literasi keuangan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Dari sisi demografi, investor berusia di bawah 30 tahun menjadi kelompok terbesar dengan porsi mencapai 54,23 persen.

Kelompok usia 31–40 tahun berada di posisi berikutnya dengan kontribusi 24,88 persen. Adapun investor usia 41–50 tahun tercatat sebesar 12,31 persen, usia 51–60 tahun sebesar 5,69 persen, dan investor berusia di atas 60 tahun sebesar 2,89 persen.

Meski mendominasi dari sisi jumlah, kepemilikan aset terbesar di pasar modal justru masih dipegang oleh investor senior. Kelompok usia di atas 60 tahun tercatat menguasai aset pasar modal senilai Rp 1.104,30 triliun. Disusul investor usia 51–60 tahun dengan aset mencapai Rp 320,50 triliun.

Sementara itu, investor usia 41–50 tahun tercatat memiliki aset sebesar Rp 212,59 triliun. Kelompok usia 31–40 tahun menguasai aset senilai Rp 262,89 triliun. Adapun investor berusia di bawah 30 tahun, meski jumlahnya paling banyak, baru memiliki aset sekitar Rp 60,03 triliun.

Data tersebut menunjukkan bahwa investor muda masih berada pada tahap awal membangun portofolio, dengan nilai investasi rata-rata yang lebih kecil dibandingkan investor senior yang telah lama berkiprah di pasar modal.

Dari sisi sebaran wilayah, investor pasar modal masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sebanyak 68,91 persen investor berasal dari wilayah ini, dengan total nilai aset mencapai Rp 6.400,59 triliun atau setara 94,42 persen dari total aset pasar modal nasional.

Pulau Sumatera berada di posisi kedua dengan porsi 16,29 persen investor dan total aset Rp 135,57 triliun. Disusul Kalimantan dengan 4,99 persen investor dan aset Rp 183,19 triliun, serta Sulawesi sebesar 5,31 persen dengan aset Rp 23,18 triliun.

“Sebesar 3,51 persen investor berada di wilayah Bali, NTB, dan NTT dengan total aset Rp 26,21 triliun. Sementara 0,99 persen investor berada di Maluku dan Papua dengan aset mencapai Rp 6,67 triliun,” pungkas Samsul.

Secara keseluruhan, data KSEI tersebut menegaskan meningkatnya minat generasi muda terhadap pasar modal Indonesia. Meski kepemilikan aset masih didominasi investor senior, fenomena ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan dan pendalaman pasar modal nasional di masa depan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.