KabarBaik.co – Aksi protes warga Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, yang menutup jalan desa akhirnya berakhir damai. Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit Mariyanto bergerak cepat dengan turun langsung menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah desa, BPD, Babinsa, serta perwakilan masyarakat, Rabu (24/9).
Rapat berlangsung di Balai Desa Karangsemanding mulai pukul 13.00 WIB. Dalam kesempatan itu, AKP Wiwit menegaskan bahwa pihak kepolisian hadir untuk menindaklanjuti keresahan masyarakat dan menjaga situasi tetap kondusif.
“Insya Allah permasalahan ini bisa terselesaikan. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi aksi penutupan jalan. Mari kita kedepankan musyawarah untuk mencari solusi. Mari kita jaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Wiwit.
Kepala Desa Karangsemanding Muhammad Zaizi, menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang timbul. Ia menjelaskan bahwa perbaikan jalan desa sudah dipersiapkan, bahkan material sudah mulai didatangkan. “Pengerjaan akan langsung dimulai Minggu ini. Kami mohon agar jalan bisa dibuka kembali,” katanya.
Perwakilan warga menekankan pentingnya keseriusan pemerintah desa. Mereka menuntut kepastian waktu pengerjaan jalan rambat beton, mengingat kondisi jalan rusak kerap menyebabkan kecelakaan. Setelah diskusi, kepala desa berkomitmen bahwa dalam satu minggu akan ada progres nyata perbaikan jalan sepanjang 100 meter tersebut.
Hasil rapat pun disepakati, masyarakat bersedia membuka kembali jalan yang ditutup, dengan komitmen pemerintah desa memulai pengerjaan dalam waktu dekat. Pukul 13.45 WIB, warga bersama Kapolsek, Kepala Desa, dan BPD membuka penghalang jalan.
Sebelumnya, penutupan jalan dilakukan pada Selasa (23/9) malam. Sekitar 50 warga yang tidak bertemu Kepala Desa memutuskan menutup akses jalan sebagai bentuk protes.
Proyek perbaikan jalan dari Dana Desa Rp 90 juta dan Bantuan Keuangan PUTR Rp 150 juta sebenarnya sudah dijadwalkan sejak awal September, namun baru sebagian dana yang cair.
Dengan langkah cepat Kapolsek Balongpanggang memediasi semua pihak, persoalan ini berhasil diselesaikan tanpa gesekan. Jalan desa kini kembali bisa dilalui, sementara warga menunggu komitmen pemerintah desa untuk segera memulai pengerjaan.(*)







