Gerakan Hijau ITS Wujudkan Kampung Hidroponik Surabaya Mandiri Energi

oleh -1144 Dilihat
Bagi warga Medokan Ayu, inovasi ini bukan sekadar bantuan teknologi, tapi awal dari kemandirian energi.

KabarBaik.co – Senyum kini kembali merekah di wajah para petani hidroponik di Kelurahan Medokan Ayu, Surabaya. Setelah lama bergulat dengan biaya listrik yang membengkak dan ancaman gagal panen setiap kali listrik padam, mereka akhirnya menemukan solusi cerdas dari mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Melalui program Rumah Pengabdian dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FT-EIC), para mahasiswa menghadirkan sistem panel surya berkapasitas 550 Watt-peak (WP) yang mampu menyuplai kebutuhan listrik untuk operasional kebun hidroponik selama 24 jam.

Tianawati, pengelola Kampung Hidroponik Surabaya, masih ingat betul masa sulit sebelum panel surya itu terpasang. “Kalau listrik mati, saya harus lari ke kebun buat nyiram manual. Kadang pas lagi di pasar, lampu padam, jadi gupuh. Sekarang, Alhamdulillah, lebih tenang,” tutur Tianawati sambil tersenyum lega.

Bagi Tianawati dan rekan-rekannya, listrik bukan sekadar penerangan. Pompa air, sistem sirkulasi, dan nutrisi tanaman semuanya bergantung pada arus listrik yang stabil. Gangguan sekecil apa pun bisa berarti kerugian besar.

Ketua pelaksana Rumah Pengabdian, Ilman Afif Al Arif, menjelaskan bahwa proyek ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kampung yang memiliki potensi keberlanjutan tinggi.

“Kami memilih energi surya karena ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ini menjawab keresahan ibu-ibu tani soal biaya listrik yang tinggi dan risiko mati lampu,” ujar Ilman.

Panel surya ini dirancang dengan sistem hybrid, mengombinasikan sumber daya dari PLN dan baterai cadangan. Daya disimpan dalam baterai VRLA 12 volt dan dikendalikan melalui inverter 2 kilowatt. Listrik dari PLN hanya digunakan bila daya surya benar-benar habis.

Dengan sistem ini, kebun hidroponik diperkirakan mampu menghemat biaya listrik hingga 50 persen dalam beberapa tahun mendatang. Proyek senilai Rp20 juta ini mendapat dukungan dari dekanat FT-EIC ITS dan sponsor dari sektor swasta.

Selain instalasi panel surya, para mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada para petani tentang cara perawatan panel dan efisiensi energi.
“Ibu-ibu di sini semangat sekali. Kami mulai pelatihan dari pagi sampai siang, menjelaskan satu per satu cara merawat panel dan memantau sistemnya,” kata Ilman.

Mahasiswa ITS juga membantu petani dalam kegiatan lain, seperti membersihkan kebun dan mengajarkan cara memasarkan produk mereka melalui media sosial. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan penjualan produk hidroponik mereka.

Penasehat LPMK Medokan Ayu, Nanang Andi Hasyim, memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa ITS yang dinilainya nyata dan tepat sasaran.

“Jarang ada mahasiswa yang benar-benar memahami kebutuhan masyarakat di lapangan. Kami sangat berterima kasih kepada ITS dan pihak swasta yang sudah mendukung aksi ini,” ujarnya.

Bagi warga Medokan Ayu, inovasi ini bukan sekadar bantuan teknologi, tapi awal dari kemandirian energi. Bagi mahasiswa ITS, proyek ini menjadi bukti bahwa ilmu dan kepedulian bisa berjalan seiring untuk menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.