KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo bergerak cepat menangani dampak banjir di wilayah Besuki dan sekitarnya dengan mendirikan posko kesehatan darurat. Langkah ini diambil untuk memastikan warga terdampak mendapatkan akses medis secara cepat dan tanpa biaya (gratis).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, dr. Dwi Herman Susilo, menjelaskan bahwa tenaga medis dari berbagai instansi telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak, salah satunya di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur.
“Kami mengerahkan tenaga kesehatan dari Puskesmas terdekat, serta dukungan penuh dari RSUD Besuki dan Dinas Kesehatan,” ujar Dwi saat meninjau lokasi terdampak, Kamis (22/1).
Terkait teknis di lapangan, Dwi menyebutkan bahwa lokasi posko akan bersifat fleksibel mengikuti kebutuhan warga. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk menentukan titik-titik krusial.
“Kami menyesuaikan kondisi lapangan. Bisa berupa posko tetap atau mobil kesehatan yang standby. Jika ada pasien yang butuh penanganan serius, akan langsung kami rujuk ke puskesmas atau rumah sakit terdekat,” tambahnya.
Hingga saat ini, keluhan kesehatan yang paling banyak dilaporkan warga meliputi, luka fisik (akibat benda tajam/paku), demam dan penyakit kulit ringan.
Manfaat posko kesehatan ini dirasakan langsung oleh Samsuri, 56 tahun warga Desa Kalianget. Ia mengalami luka tusuk paku di kaki saat mencoba menahan luapan air yang masuk ke rumahnya pada malam hari.
“Kondisinya gelap dan air deras, jadi tidak sadar menginjak paku. Beruntung ada posko kesehatan ini. Luka saya langsung dibersihkan dan diobati oleh petugas Puskesmas,” kata Samsuri.
Ia pun mengapresiasi kemudahan layanan tersebut. “Alhamdulillah, penanganannya cepat dan semuanya gratis. Ini sangat membantu kami yang sedang kesusahan karena banjir,” pungkasnya.
Melalui keberadaan posko-posko ini, Pemkab Situbondo berharap risiko munculnya penyakit pascabencana dapat ditekan dan proses pemulihan kondisi masyarakat berjalan lebih optimal. (*)








