KabarBaik.co – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memberikan pendampingan strategis bagi pelaku usaha mikro di Desa Sukosari, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/1).
Program pengabdian masyarakat ini menyasar dua usaha unggulan desa, yakni Kripik Pisang Abieza milik Wahyuningsih dan Kripik Nugi 88 milik Wahyuti. Selama lima hari, para pelaku usaha dibekali ilmu manajemen pemasaran digital dan keuangan sederhana.
Penggagas program, Fernandi, mahasiswa Administrasi Bisnis Untag Surabaya, menjelaskan bahwa materi pemasaran difokuskan pada optimalisasi fitur Saluran WhatsApp, teknik foto produk, hingga penulisan copywriting menggunakan bantuan kecerdasan buatan (Meta AI).
“Kami menggunakan pendekatan coaching clinic dan pendampingan door to door. Ini bertujuan agar ilmu yang diberikan benar-benar diaplikasikan sesuai kebutuhan spesifik masing-masing usaha,” ujar Fernandi.
Selain pemasaran, para pelaku usaha juga diajarkan manajemen keuangan, mulai dari pencatatan Buku Kas Umum (BKU) hingga perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) agar penentuan harga jual lebih akurat dan menguntungkan.
Wahyuti, 53 tahun, pemilik Kripik Nugi 88, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan foto produk dan penggunaan fitur baru di WhatsApp.
“Fitur saluran di WhatsApp baru saya coba setelah diajarkan, ternyata sangat membantu untuk promosi yang lebih rapi dan profesional,” ungkap Wahyuti.
Dosen Pembimbing Lapangan, Daffa Dwi Sri Diyanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen Untag Surabaya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sentuhan teknologi.
Sebagai keberlanjutan program, tim mahasiswa juga telah menyiapkan modul pembelajaran mandiri serta sistem monitoring jarak jauh. Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong UMKM Desa Sukosari berkembang menjadi usaha yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan.








