KabarBaik.co- Tiga hari sebelum Persebaya Surabaya menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (25/1) lusa, sebuah keputusan besar telah diambil. Manajemen Green Force resmi memutus kontrak Dejan Tumbas, yang sejatinya baru berakhir Juni 2026 mendatang. Dengan demikian, saat ini Persebaya telah melepas enam skuadnya.
Laga kontra Laskar Mataram itu nanti merupakan pertarungan dendam. Kekalahan tipis 0-1 yang diderita Persebaya di kandang pada putaran pertama lalu, masih terus dikenang sebagai momen yang harus dibayar tuntas. Karena itu, duel kontra PSIM bukan sekadar soal tiga poin, melainkan bagian dari bukti kebangkitan setelah momen-momen pahit.
Nah, menjelang pertandingan yang sarat cerita tersebut, Persebaya telah resmi melepas enam pemainnya. Terbaru Dejan Tumbas, yang kerap menjadi pembicaraan supoter. Penyerang asal Serbia itu selama ini dikenal sebagai pemain yang ngosek, pekerja keras, aktif membantu permainan, sering mendapat pujian karena etos kerjanya yang tak kenal menyerah itu.
Namun dalam sepak bola profesional, tentu kerja keras saja tidak cukup jika tidak berbuah gol atau kontribusi yang lebih konkret di kotak penalti. Statistik Dejan Tumbas bersama Persebaya sepanjang Super League 2025/2026 memang memperlihatkan gambaran yang lebih kompleks.
Dalam 14 penampilan dengan total sekitar 1.148 menit bermain, mantan pemain terbaik di Liga Tajikistan itu belum mampu mencatatkan gol maupun assist. Nah, catatan setiap angka tentu menjadi bahan diskusi. Baik mereka yang melihatnya sebagai pemain berpengaruh secara taktis maupun yang menilai Persebaya butuh sosok yang lebih produktif atau berkontribusi besar pada lini depan.
Di luar Dejan Tumbas, lima pemain lain juga dilepas menghadapi putaran kedua. Mereka adalah Diego Maurício, Dime Dimov, Rizky Dwi, Rendy Oscario, dan Kadek Raditya. Keputusan ini jelas mencerminkan niat klub untuk merombak komposisi tim dalam upaya meraih hasil lebih baik di putaran kedua.
Namun, bukan hanya pemain yang keluar yang menarik perhatian. Pasar transfer paruh musim juga menyajikan wajah-wajah baru yang siap membawa energi segar bagi Persebaya. Pelatih anyar Bernardo Tavares telah mendatangkan sejumlah pemain yang diharapkan menjadi bagian dari rencana jangka panjangnya.
Ketiganya sudah resmi bergabung dan dipastikan bisa dimainkan dalam laga kontra PSIM adalah Bruno Paraíba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes, semua berasal dari Brasil dan diproyeksikan memperkuat lini serang, tengah, dan belakang tim. Bruno Paraíba dipandang sebagai ujung tombak yang bisa memberikan opsi gol lebih konsisten. Sedangkan Jefferson Silva dan Gustavo Fernandes dimaksudkan untuk memberikan transisi cepat dan kreativitas baru di lini belakang dan tengah.
Pertandingan di Bantul nanti menjadi ajang pembuktian pertama di hadapan publik. Tentu bukan sekadar debut mereka, melainkan juga momen penting untuk menunjukkan bahwa langkah besar klub dalam transformasi skuad bukan hanya sekadar retorika. Kabarnya, Persebaya juga tengah mendekati pemain asing lain seperti Pedro Matos, gelandang kreatif yang sebelumnya memperkuat Semen Padang.
Jika benar, kedatangan Matos disebut akan semakin memperkuat opsi kreatif di lini tengah Persebaya. Menariknya, perubahan besar ini memang datang di momen yang nyaris bersamaan dengan salah satu laga paling emosional musim ini.
Di mata manajemen, langkah rotasi adalah bagian dari tindak lanjut visi pelatih, menciptakan tim yang lebih tajam dan adaptif dalam tekanan kompetisi. Bagi fans, momen ini membawa campuran emosi. Ada rasa kehilangan melihat pemain tertentu pergi, ada harapan baru dengan hadirnya penggawa anyar, dan tentu saja ekspektasi besar untuk melihat kemenangan di setiap laga. Dan, pertandingan menghadapi PSIM itu dipandang sebagai “laga penentu arah” Persebaya menjelang usianya yang memasuki 100 tahun atau 1 Abad pada tahun depan.
Saat peluit kick-off dibunyikan, publik di Stadion Sultan Agung Bantul tak hanya akan menyaksikan pertandingan sepak bola biasa. Mereka akan menyaksikan babak baru Persebaya di era Bernardo Tavares, wajah baru yang harus langsung diuji dalam atmosfer kompetitif yang sengit, sekaligus kesempatan untuk membayar kekalahan 0–1 yang menghantui pertemuan keduanya musim ini. (*)







