KabarBaik.co – Kota Surabaya diguncang malam mencekam, Sabtu (30/8). Gedung Negara Grahadi, yang selama ini menjadi ikon Jawa Timur, dibakar massa aksi. Amukan massa benar-benar tak terbendung.
Kobaran api pertama kali terlihat di sisi depan bangunan. Bom molotov yang dilemparkan bertubi-tubi membuat api cepat menjalar. Dalam hitungan menit, ruangan pressroom dan ruang kerja Wakil Gubernur ludes dilalap si jago merah. Langit Surabaya tampak merah menyala, asap hitam pekat membubung tinggi.
Tak berhenti di situ. Sejumlah sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi ikut meledak.
Massa yang sebelumnya melakukan orasi berubah beringas. Setelah Grahadi berhasil dibakar, mereka justru bersorak sorai, merayakan keberhasilan aksi brutal itu.
Aparat keamanan yang berjaga tidak mampu menahan gelombang massa. Jumlah yang tak seimbang membuat aparat memilih mundur perlahan. Dari pantauan di lapangan hanya terlihat anggota TNI saja yang memang disiagakan sejak sore, sedangkan aparat kepolisian tidak terlihat.
Hingga malam, kobaran api masih terlihat jelas dari kejauhan. Kondisi Surabaya, khususnya di sekitar Jalan Gubernur Suryo terlihat mencekam. (*)