KabarBaik.co, Gresik – Groundbreaking serentak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Polri yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto secara daring, Jumat (13/2), turut diikuti peresmian SPPG Bedilan milik Yayasan Kemala Bhayangkari Gresik di Jalan Basuki Rahmat No. 22, Bedilan, Kabupaten Gresik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen mendukung penguatan gizi nasional sekaligus menyongsong visi Indonesia Emas 2045 melalui penyediaan layanan pemenuhan gizi yang lebih luas dan terintegrasi.
Peresmian SPPG Bedilan dihadiri Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny. Yanggi Ramadhan, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Gresik, Forkopimcam Gresik Kota, serta mitra strategis SPPG Polri dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam sambutannya, Bripka Galuh selaku Mitra SPPG yang mewakili Kakorsabhara Mabes Polri menegaskan bahwa keberadaan dapur SPPG tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas produksi makanan, tetapi juga simbol kolaborasi lintas sektor.
“Dapur SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari ini adalah wujud komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan gizi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, dan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny. Yanggi Ramadhan kemudian meresmikan langsung SPPG Bedilan. Ia menyampaikan bahwa Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik telah memiliki beberapa titik SPPG, yakni di Yosowilangun, Pongangan, Manyarejo, Bedilan, dan Randuagung. Sementara dua lokasi lain di Benjeng dan Driyorejo masih dalam tahap pembangunan.
“Program ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Gresik dalam mendukung program pemerintah mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tutur Ny. Yanggi sebelum melakukan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan dukungan penuh terhadap operasional dapur gizi tersebut. Pihaknya juga menyiapkan penambahan layanan pemberian bantuan gizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Yayasan SLB Kemala Bhayangkari II Gresik.
Menurutnya, seluruh kesiapan kegiatan mulai dari personel, peralatan, hingga dukungan teknis telah dipersiapkan secara matang guna memastikan pelayanan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Untuk tahap awal, program ini ditargetkan melayani sekitar 3.000 hingga 4.000 penerima manfaat. Sasaran tidak hanya anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat yang membutuhkan dalam radius 3 hingga 6 kilometer dari lokasi SPPG.
Program tersebut diharapkan menjadi solusi konkret dalam pencegahan dan penanganan kekurangan gizi di wilayah Gresik, sekaligus memperluas jangkauan layanan gizi kepada masyarakat.
Kapolres juga menyebut pemanfaatan aset Polri maupun skema pinjam pakai lahan desa sebagai bentuk optimalisasi sumber daya demi kepentingan masyarakat luas.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Ketua Bhayangkari Cabang Gresik, didampingi Kapolres serta Forkopimcam. Setelah itu, rombongan meninjau langsung area dapur guna memastikan kesiapan fasilitas dan alur distribusi makanan berjalan optimal.
Kegiatan kemudian ditutup dengan mengikuti arahan Presiden RI melalui sambungan Zoom Meeting secara serentak sebagai penanda dimulainya pembangunan infrastruktur pendukung gizi di seluruh jajaran Polri di Indonesia.(*)






