KabarBaik.co – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memberikan apresiasi tinggi kepada para kader posyandu di NTB yang dinilainya tetap bekerja dengan penuh semangat meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan fasilitas. Menurutnya, dedikasi para kader Posyandu menjadi kekuatan penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak hingga ke pelosok desa.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur NTB saat menghadiri kegiatan masyarakat di Desa Danger, Kabupaten Lombok Timur.
Iqbal mengatakan, para kader posyandu bekerja dengan dedikasi tinggi, ikhlas, dan militan.
Pagi, siang, hingga malam mereka mengurus kesehatan anak-anak dan ibu-ibu di tengah keterbatasan anggaran serta sarana pendukung. Gubernur NTB menyebut semangat tersebut sebagai the power of voluntarism, yakni kekuatan relawan yang menjadi ciri khas Indonesia.
“Anggaran boleh terbatas, fasilitas boleh kurang, tetapi semangat kader Posyandu tidak pernah surut,” ujarnya.
Gubernur Iqbal menegaskan, kekuatan utama pembangunan Indonesia terletak pada kerelawanan masyarakat, khususnya melalui peran kader posyandu yang tersebar hingga ke tingkat dusun. Ia menilai keberadaan kader posyandu merupakan fondasi penting dalam sistem kesehatan masyarakat berbasis komunitas.
Iqbal juga menceritakan pengalamannya saat menerima kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Kanada yang secara khusus terkesan dengan sistem posyandu di Indonesia.
“Selama 15 menit saya hanya bercerita tentang hebatnya posyandu. Beliau kaget ketika saya sampaikan bahwa di satu provinsi saja ada sekitar 41 ribu kader posyandu, yang artinya hampir setiap dusun punya kader,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal turut mengapresiasi selesainya kantor desa yang difungsikan sebagai perpustakaan. Menurutnya, langkah tersebut sangat penting dalam membangun budaya literasi masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan, Gubernur NTB berkomitmen menyumbangkan 100 buku untuk anak-anak serta melengkapi perpustakaan dengan fasilitas pendukung seperti tempat baca dan papan tulis.
“Kalau kita ingin mengubah masa depan, salah satu jalannya adalah melalui literasi. Membaca adalah jendela dunia,” tegasnya.
Dalam hal pemberdayaan ekonomi, Gubernur Iqbal menekankan pembangunan infrastruktur tidak akan bermakna apabila masyarakat masih berada di bawah garis kemiskinan.
Oleh karena itu, ia menyiapkan dana sebesar Rp 100 juta di BPR NTB sebagai pinjaman tanpa bunga dan tanpa biaya administrasi bagi masyarakat, yang difokuskan untuk pengembangan UMKM dan ketahanan pangan, termasuk usaha peternakan ayam.
Seluruh biaya bunga, administrasi, dan asuransi akan disubsidi sehingga masyarakat dapat mengakses permodalan secara mudah dan adil. Program ini juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan pangan nasional, termasuk menyuplai program strategis Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, Gubernur Iqbal menyerahkan bantuan pribadi berupa 100 buku, gazebo atau berugak untuk ruang baca, serta Rp 100 juta dan 100 sak semen untuk pembangunan gedung serbaguna. Ia juga memberikan dukungan modal bergulir Rp 30 juta bagi kader posyandu untuk penguatan UMKM dan kemandirian ekonomi.
Dana tersebut akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dan dipinjamkan secara bergantian kepada para kader untuk membuka usaha, dengan pengelolaan kolektif melalui mekanisme arisan.
“Ini bertujuan agar kader Posyandu tidak hanya kuat secara sosial, tetapi juga mandiri secara ekonomi,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur NTB yang juga mantan Duta Besar RI itu menegaskan arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTB dalam tiga tahun terakhir difokuskan pada tiga agenda besar, yakni penurunan kemiskinan, pengembangan pariwisata berkelas dunia, dan penguatan ketahanan pangan.
“Semua OPD saya minta satu barisan. Semua program harus sejalan dengan tiga fokus ini,” pungkasnya.(*)






