KabarBaik.co, Lombok Barat – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta anggota Paskibra Provinsi NTB mempertahankan kedisiplinan dan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan tugas. Pesan itu disampaikan saat menghadiri acara pembubaran panitia dan anggota Paskibra Provinsi NTB di kediaman Kepala Bakesbangpoldagri NTB, Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Selasa (18/8) malam.
Iqbal mengatakan, latihan dan pembinaan Paskibra bukan sekadar persiapan menjalankan tugas pengibaran bendera, tetapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Musuh terbesar untuk kita bisa maju adalah diri kita sendiri. Disiplin yang dipelajari selama pelatihan bertujuan untuk mengalahkan rasa malas dan ego pribadi. Jangan sampai kedisiplinan itu berhenti di PBB saja, melainkan harus dibawa sepanjang hidup,” kata Iqbal.
Ia juga meminta para pemuda tidak takut mengambil risiko dan melakukan kesalahan ketika mencoba hal baru. Menurutnya, masa muda merupakan kesempatan untuk belajar dan memperoleh pengalaman. Iqbal menilai kegagalan merupakan bagian dari proses pembelajaran selama dilakukan dengan niat dan ikhtiar yang baik. Ia juga mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua.
Dalam kesempatan tersebut, Iqbal turut menyampaikan perkembangan penanganan bencana kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur. Pemprov NTB bersama BPBD dan tim gabungan bergerak kurang dari 24 jam setelah menerima instruksi penanganan.
NTB mengirim bantuan logistik dan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak, termasuk Manggarai. Sebanyak 31 kendaraan operasional dikerahkan, terdiri dari 14 truk pengangkut bahan pangan dan beras serta tujuh ambulans, termasuk kendaraan berpenggerak empat roda.
Selain itu, sebanyak 82 tenaga kesehatan turut dikerahkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Iqbal menyebut NTB menjadi daerah pertama di luar NTT yang berhasil mendaratkan bantuan logistik dan tim medis secara langsung ke lokasi terdampak.
“Ketika ada saudara kita di NTT yang mengalami kesulitan, penderitaannya juga menjadi penderitaan kita bersama di NTB. Solidaritas kemanusiaan ini adalah fondasi persaudaraan kita,” ujarnya.
Ia menegaskan hubungan Bali, NTB, dan NTT memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Karena itu, kerja sama antardaerah perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi persoalan kemanusiaan dan kebencanaan. Acara pembubaran Paskibra dilanjutkan dengan dialog, ramah tamah, makan malam, dan foto bersama. (*)







