KabarBaik.co, Mataram — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat NTB atas berbagai kekurangan selama menjalankan amanah kepemimpinan. Gubernur Iqbal menyampaikan hal itu bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dalam pernyataannya, Gubernur secara khusus menekankan pentingnya kerendahan hati dalam kepemimpinan, dengan menyadari bahwa selama perjalanan memimpin daerah, tidak terlepas dari kekhilafan dan kekurangan.
“Dalam perjalanan kepemimpinan ini, kami menyadari sebagai manusia biasa tentu tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu, kami memohon keikhlasan seluruh pihak untuk memberikan maaf,” ungkapnya, Rabu (25/3).
Gubernur berharap momentum Ramadan yang telah dilalui dapat menjadi sarana refleksi dan pembentukan karakter yang lebih baik, baik secara pribadi maupun dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Semoga ibadah puasa yang telah kita jalani menjadikan kita pribadi yang lebih bersih, lebih kuat, dan lebih baik, serta mampu kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas dukungan, kerja sama, dan doa dari seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan di NTB. Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks dan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami berharap dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dapat semakin ditingkatkan. Tantangan ke depan tidak semakin ringan, tetapi dengan kebersamaan, insyaallah kita dapat menghadapi dan memberikan hasil yang lebih baik bagi masyarakat,” tegasnya.
Momentum Idul Fitri juga dimanfaatkan untuk mengajak seluruh pihak mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat kebersamaan dalam melanjutkan pembangunan daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menegaskan pentingnya peningkatan kinerja aparatur pemerintah sebagai pelayan masyarakat. Ia mengingatkan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus menyelaraskan langkah dengan kebijakan pimpinan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kita semua adalah pelayan masyarakat. Masyarakat hari ini tidak hanya melihat prestasi, tetapi juga menilai kekurangan dalam pelayanan. Oleh karena itu, seluruh jajaran harus memahami dengan baik tugas pokok dan fungsinya,” ujarnya.
Memasuki akhir triwulan pertama tahun 2026, Wakil Gubernur juga mendorong percepatan capaian kinerja sesuai target dalam APBD Tahun 2026, serta mengingatkan pentingnya pemanfaatan media sosial secara bijak sebagai sarana komunikasi publik yang efektif.
“Dengan semangat yang sama, kita wujudkan NTB yang makmur dan mendunia. Memasuki triwulan kedua, capaian kinerja harus lebih diakselerasi agar target tahun 2026 dapat dituntaskan dengan baik,” tutupnya. (*)






