Foto : Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono. (Ist).
Buntut Paksa Siswa Lepas Baju, Guru SD di Jember Ditarik dari Sekolah
KabarBaik.co, Jember – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember mengambil langkah tegas terhadap oknum guru PPPK berinisial FT di SDN 02 Jelbuk. Tindakan ini diambil setelah FT kedapatan melakukan aksi berlebihan (over-reactive) dengan menelanjangi siswa akibat emosi kehilangan uang.
Kepala Dinas Pendidikan Jember Arief Tjahjono mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memanggil FT untuk klarifikasi.
Berdasarkan pemeriksaan awal, FT mengaku melakukan tindakan tersebut karena merasa frustrasi kehilangan uang secara berulang di lingkungan sekolah.
“Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, ia kehilangan uang sebesar Rp 200.000 pada Senin (2/2). Menurutnya, itu bukan kejadian pertama,” ujar Arief saat dikonfirmasi, Rabu (11/2).
Arief menjelaskan bahwa puncak emosi FT terjadi pada Jumat (6/2), saat ia kehilangan uang senilai Rp 75.000. Kondisi kesehatan yang kurang stabil serta tekanan psikologis diduga menjadi pemicu FT bertindak di luar batas kewajaran sebagai pendidik.
“Saat kehilangan Rp 75.000 pada hari Jumat itu, ia bereaksi berlebihan. Diduga ada persoalan pribadi dan kondisi kesehatan yang kurang optimal, sehingga memicu tindakan tersebut,” tambahnya.
Kasus ini mencuat ke publik setelah video keributan antara wali murid dan pihak sekolah viral di media sosial. Para orang tua siswa menyatakan keberatan atas tindakan tidak manusiawi yang dilakukan sang guru terhadap anak didik.
Meski FT telah mengakui kesalahannya, Dispendik Jember tetap memberlakukan sanksi administratif sesuai dengan SOP yang berlaku. Sebagai langkah awal untuk menjaga kondusivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), FT kini telah ditarik dari tugas mengajar di sekolah tersebut.
“Kami tarik sementara sambil berkoordinasi dengan OPD terkait untuk proses pemindahan tugas. Prioritas kami adalah memastikan siswa dan wali murid dapat kembali menjalani KBM dengan tenang dan nyaman,” pungkas Arief. (*)







