KabarBaik.co – Kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Mojokerto nomor urut 2 Muhamad Albarraa dan M. Rizal Octavian masih menuntaskan kawasan Kecamatan Jatirejo. Pasangan dengan akronim Mubarok ini terus menyampaikan program-program unggulannya.
Kali ini, beberapa desa yang disasar adalah Desa Padangasri, Karangjeruk, Gading dan Jatirejo. Datang langsung ke rumah-rumah warga untuk berkumpul bersama mewakili RT masing-masing masih dipilih menjadi cara Mubarok, sebab dinilai sebagai cara jitu berkomunikasi langsung dengan masyarakat.
Calon Bupati (Cabup) Mojokerto Muhammad Albarraa atau akrab disapa Gus Barra mengatakan dirinya memilih kampanye datang langsung ke rumah-rumah warga, karena ingin mendengar secara langsung yang menjadi aspirasi masyarakat untuk Kabupaten Mojokerto lebih maju, adil dan makmur.
“Kemajuan di semua bidang dan berimbang tidak hanya kemajuan fisik saja,” kata Gus Barra, Senin (30/9).
Menurut Gus Barra, pembangunan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi prioritasnya jika diamanahi memimpin Kabupaten Mojokerto. Karena pembangunan SDM berkelanjutan merupakan investasi sampai anak cucu.
Gus Barra juga ingin membawa Kabupaten Mojokerto jaya berprestasi di bidang olahraga. Antara lain fasilitas-fasilitas olahraga seperti Stadion Gajah Mada Mojosari harus dibenahi.
“Kondisi Stadion Gajah Mada Mojosari sekarang, untuk pertandingan Liga 3 saja secara kelayakan tidak lolos standarisasi,” cemasnya.
Persoalan kesehatan gratis untuk masyarakat, Ia memaparkan kondisi sekarang ini, sekitar kurang lebih 92 ribu BPJS Kesehatan masyarakat yang dibayar oleh program yang ditanggung Pemkab Mojokerto telah dinonaktifkan.
Saat dirinya nanti sebagai bupati Mojokerto masalah itu akan diselesaikan secepatnya dan ditambah semua masyarakat Kabupaten Mojokerto bisa berobat gratis cukup dengan membawa KTP.
Ia juga menyinggung terkait menjadi pejabat bukan karena prestasi tapi dengan mahar. Menurutnya apabila menjadi pejabat dengan mahar maka bupati akan tersandra apabila pejabatnya tidak kompeten dalam melaksanakan tugasnya untuk masyarakat.
“Pejabat harus diangkat di posisi yang sesuai dengan kapasitasnya, right man in the right place,” ungkapnya.
Tekadnya memboyong pusat Pemerintahan Kabuoaten Mojokerto ke wilayah sendiri bukan seperti saat ini yang masih berada di wilayah Kota Mojokerto juga terus didengungkan.
Menurutnya ketika pusat pemerintahan itu pindah ke wilayah Kabupaten sendiri maka pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah baru tersebut akan meningkat.
“Area sekitar pusat pemerintahan baru nanti perekonomiannya akan meningkat pesat, dan itu untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto sendiri,” ungkapnya.
Ia juga akan memperhatikan semua guru TPQ di Kabupaten Mojokerto, selama ini pertahun mereka dapat tunjangan cuma Rp 200 ribu dan menurutnya itu cukup memprihatinkan.
“Insya Allah saat saya mempin nantinya akan kesejahteraan Guru TPQ akan lebih diperhatikan dengan meningkatkan tunjangan mereka,” pungkasnya. (*)









