KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar agenda buka puasa bersama sekaligus silaturahmi tokoh pemuda di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu malam (7/3).
Acara ini menjadi ruang dialog strategis antara Pemkab Jember dengan berbagai organisasi kepemudaan serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah rutin untuk menjaring gagasan segar dalam membangun daerah.
Gus Fawait menyatakan bahwa pemerintah sangat membutuhkan perspektif kritis dari mahasiswa yang dikenal memiliki pemikiran orisinal.
“Saya membutuhkan masukan dan ide segar dari adik-adik mahasiswa. Pemikiran kalian biasanya masih sangat murni dan berani berpikir out of the box,” ujar Gus Fawait.
Ia menekankan pentingnya informasi langsung dari lapangan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran. Beliau mengaku tidak ingin hanya bergantung pada laporan formal birokrasi yang terkadang hanya menampilkan sisi baik saja.
Dalam forum tersebut, Gus Fawait juga memaparkan rapor penanganan tantangan besar Jember sejak ia menjabat setahun lalu, di antaranya, mengatasi utang RS daerah sebesar Rp 214 miliar melalui efisiensi anggaran (menunda pengadaan kendaraan dinas dan memangkas belanja non-prioritas).
“Hasilnya, pendapatan RSUD dr. Soebandi melonjak dari Rp 15 miliar menjadi Rp 31 miliar dalam setahun,” katanya.
Selain itu pihaknya juga memperluas jaminan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas dan peluncuran beasiswa bagi 20.000 mahasiswa asal Jember.
Gus Fawait turut menyoroti keberhasilan sistem pengaduan “Wadul Gus’e”. Hingga kini, sistem tersebut telah menampung hampir 12 ribu aduan dengan tingkat penyelesaian mencapai 87 persen.
Selain itu, untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat pinggiran, Pemkab Jember kini menyediakan fasilitas cetak KTP di 28 kecamatan, sehingga warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.(*)






