Gus Fawait Targetkan Angka Kemiskinan Jember Turun Drastis dalam 5 Tahun Lewat Sinergisitas Pusat-Daerah

oleh -83 Dilihat
Sinergisitas Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SITASKIN). (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Menegaskan komitmen sinergisitas antara pusat dan daerah, Bupati Jember Muhammad Fawait mendampingi Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Iwan Sumule dalam agenda Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SITASKIN) di Balai Desa Cangkring, Jenggawah, Kamis (12/2).

Gus Fawait menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian khusus terhadap isu kemiskinan di Kabupaten Jember. Menurutnya, kolaborasi lintas level pemerintahan adalah kunci utama.

“Masalah kemiskinan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Hari ini menjadi tonggak awal kolaborasi nyata antara Pemerintah Daerah dan Pusat melalui BP Taskin,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu.

Ia juga memaparkan bahwa mayoritas kantong kemiskinan di Jember terkonsentrasi di wilayah perdesaan, khususnya di area penyangga hutan, perkebunan, dan pesisir.

Strategi yang disiapkan akan menyasar akar masalah di sektor tersebut, mulai dari perbaikan infrastruktur pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

“Ini bukan soal sulap semalam. Namun, kami berkomitmen penuh agar dalam lima tahun ke depan, angka kemiskinan Jember turun secara drastis dibanding periode sebelumnya,” tegasnya optimistis.

Dalam kegiatan ini Pemkab Jember juga menyerahkan berbagai bantuan simbolis untuk mendukung kesejahteraan warga, antara lain, 200 paket bantuan Gemarikan, paket sembako senilai Rp 250.000, santunan tunai, serta distribusi logistik di Kampung Zakat.

Sektor Kesehatan dan Sanitasi dan Sektor Pendidikan dan Inklusi, Pemberian tablet bagi anak yatim (TK dan SD), bantuan Kacamata Pintar untuk tunanetra, serta peluncuran Program Lansia Berdaya.

Sementara itu, Wakil Ketua BP Taskin Iwan Sumule menekankan bahwa Jember merupakan prioritas nasional karena angka kemiskinan ekstrem yang masih cukup tinggi.

Ia menegaskan bahwa program pengentasan kemiskinan harus berkelanjutan.

“Kuncinya adalah keberlanjutan. Kami hadir untuk memastikan birokrasi tidak lagi menjadi penghambat bagi kesejahteraan rakyat,” pungkas Iwan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.