Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah 5 Rumah Pompa

oleh -159 Dilihat
Penbangunan salah satu rumah pompa di Surabaya (istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Pemkot Surabaya terus memacu kesiapan infrastruktur pengendalian banjir guna menghadapi potensi curah hujan ekstrem yang diprediksi mencapai puncaknya pada Februari 2026.

Fokus utama dilakukan melalui penambahan rumah pompa baru, normalisasi saluran secara masif, hingga peningkatan kapasitas drainase di titik rawan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Hidayat Syah mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan pembangunan lima unit rumah pompa baru untuk memperkuat 85 unit yang sudah ada.

“Kami bangun rumah pompa di kawasan strategis seperti dekat Gereja Bethany (Semolo-Nginden) dan Teluk Betung di kawasan Teluk Kumai. Bulan ini dan bulan depan mulai kita lelang,” ujar Hidayat, Minggu (1/2).

Selain infrastruktur fisik, Pemkot mengandalkan normalisasi saluran untuk mengatasi sedimentasi tinggi, seperti yang dilakukan di kawasan Simo Kalangan. Proses ini melibatkan alat berat serta kolaborasi Satgas DSDABM dan Satgas Kecamatan untuk menyisir saluran di lingkungan warga.

Intervensi 12 Sistem Drainase Utama

Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya Adi Gunita menambahkan bahwa dari total 30 sistem drainase di Surabaya, sebanyak 12 sistem akan diintervensi pada tahun 2026. Langkah ini mencakup pembesaran kapasitas saluran dan long storage guna mengakomodasi intensitas hujan yang kian tinggi.

“Kami menyesuaikan sistem dengan perubahan pola curah hujan. Ada preservasi di 12 sistem drainase untuk memastikan daya tampung air lebih besar,” jelas Adi.

Berdasarkan data pemetaan, Pemkot Surabaya berhasil menekan titik genangan dari 220 titik pada tahun 2021 menjadi 138 titik saat ini. Namun, beberapa kawasan seperti Jalan Raya Tenggilis Mejoyo, Simo Kalangan, dan Margo Mulyo masih menjadi prioritas penanganan.

Khusus untuk kawasan Margo Mulyo yang kerap mengalami genangan lama karena faktor topografi (cekungan di bawah tol), Adi menyebut akan ada peningkatan kapasitas saluran dan konektivitas meskipun sudah ada Rumah Pompa Dongfeng di lokasi tersebut.

Prioritas Operasi dan Pemeliharaan (OP)

Menjelang puncak musim hujan, DSDABM memprioritaskan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (OP) secara masif melalui pengerukan rutin. Di samping upaya teknis, Pemkot Surabaya mengimbau warga untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Ikhtiar kami adalah kesiapan sarana prasarana, namun edukasi masalah sampah kepada masyarakat juga harus sangat intens dilakukan agar aliran air tidak tersumbat,” pungkas Adi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.