KabarBaik.co, Jember – Momentum peringatan HUT ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sekaligus acara halal bihalal di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (11/4), menjadi babak baru bagi tenaga kesehatan di Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait, secara terbuka menyatakan komitmennya untuk menghapus sekat antarprofesi medis demi mengakselerasi kualitas layanan publik. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya sinergi kolektif tanpa adanya pengotak-ngotakan profesi.
“Pemkab Jember ingin merangkul semua elemen nakes, mulai dokter spesialis, dokter umum, bidan, hingga perawat. Kita ingin kerja kompak agar kesehatan di Jember jauh lebih baik ke depannya,” ujar Gus Fawait.
Satu kebijakan yang mencuri perhatian adalah langkah berani Bupati yang kini mengizinkan perawat menduduki jabatan struktural strategis. Untuk pertama kalinya dalam sejarah birokrasi Jember, posisi Kepala Puskesmas tidak lagi dipatok pada profesi tertentu, melainkan berbasis pada kompetensi dan prestasi kerja.
“Ini adalah era Jember Baru Jember Maju. Baru kali pertama dalam sejarah Jember, ada perawat yang diberi kesempatan menjadi Kepala Puskesmas. Kita berikan ruang seluas-luasnya untuk berkarier, asalkan kinerjanya bagus,” tegasnya.
Selain pembenahan internal, Gus Fawait mengajak PPNI untuk mengawal program prioritas pemerintah daerah, mulai dari Universal Health Coverage (UHC) Prioritas hongga Layanan Homecare Terintegrasi.
Tak hanya itu, Bupati muda juga mengatakan untuk mentransformasi Jember menjadi pusat wisata medis. Ia berharap Jember tidak hanya tersohor karena keindahan alam dan pariwisatanya, tetapi juga karena keunggulan fasilitas serta layanan medisnya yang bertaraf internasional.
“Mudah-mudahan Jember bisa mengembangkan wisata medis. Kita ingin semua sektor kesehatan, mulai dari ASN hingga tenaga sukwan, solid demi memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.(*)








