KabarBaik.co, Surabaya – Olahraga domino kini mulai menunjukkan eksistensinya sebagai cabang olahraga prestasi yang terorganisasi secara struktural. Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Orado) Jawa Timur resmi hadir di tengah masyarakat sejak Januari 2026 sebagai wadah bagi para pecinta olahraga olah pikir ini.
Pembina Orado Jatim, Yunianto Wahyudi, atau yang akrab disapa Cak Masteng, menegaskan bahwa kehadiran Orado bertujuan untuk memfasilitasi para pehobi domino sekaligus mengubah pandangan miring masyarakat.
“Domino sebenarnya bukan barang baru, tapi secara organisasi struktural, Orado hadir pada Januari 2026. Ini adalah bentuk fasilitasi bagi mereka yang berkecimpung di dunia olahraga domino,” ujar Cak Masteng.
Ia tidak menampik bahwa selama ini domino kerap dikaitkan dengan aktivitas negatif. “Olahraga ini memang berangkat dari hobi dan memiliki stigma negatif, identik dengan judi. Tetapi, kami ingin membuktikan bahwa domino adalah olahraga olah pikir,” tegasnya.
Menurut Cak Masteng, bermain domino membutuhkan strategi tinggi dan kemampuan analisis. Pemain dituntut mampu memprediksi jumlah dan jenis kartu lawan berdasarkan kartu yang dipegang. “Itu murni pola pikir dan strategi, bukan sekadar keberuntungan atau judi,” imbuhnya.
Saat ini, Orado Jatim tengah masif menggelar Kejuaraan Kabupaten/Kota (Kejurkab) di seluruh wilayah Jawa Timur. Langkah ini merupakan persiapan menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang dijadwalkan berlangsung pada 3-4 April 2026 di City of Tomorrow (Cito), Surabaya.
Rangkaian kompetisi ini merupakan langkah strategis Orado Jatim untuk mengejar target besar di tahun ini. “Tujuan utama kami adalah menjadi anggota resmi KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Setelah Kejurprov, kami akan fokus menghadapi Kejurnas pada Mei 2026 mendatang,” jelas Cak Masteng.
Dengan struktur yang semakin solid, Orado Jatim berharap pada tahun 2026 ini, domino tidak lagi dipandang sebelah mata dan dapat diakui secara resmi sebagai cabang olahraga prestasi di bawah naungan KONI. (*)






