Harga Ayam Naik Tipis, Disperindag Kota Blitar Pastikan Stok Aman Jelang Ramadan

oleh -94 Dilihat
Kegiatan Monev Disperindag, Bapenas, DKPP dan Polres Blitar Kota. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar memastikan ketersediaan dan keamanan bahan pokok di pasaran masih dalam kondisi aman menjelang Ramadan. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengawasan Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Kota Blitar, Kurnia Nurmasari, usai kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di Pasar Templek.

Kurnia mengatakan, kegiatan monev tersebut merupakan bagian dari agenda pengawasan yang melibatkan Satgas Pangan Kota Blitar. Dalam kegiatan itu, Disperindag juga mendampingi kunjungan dari Kepala Sub Tata Usaha Deputi Bidang Pengamanan dan Konsumsi serta Keamanan Pangan Bappenas, DKPP Kota Blitar bersama unsur kepolisian

“Tadi dilakukan pengawasan dan pengendalian harga, keamanan, serta ketersediaan kebutuhan pokok di Pasar Templek,” ujar Kurnia, Rabu (11/2).

Menurutnya, sejumlah komoditas yang menjadi objek pantauan meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, telur, daging ayam, hingga ikan. Dari hasil pemantauan, kondisi stok dinilai mencukupi dan kualitas barang di pasar tergolong baik. “Secara kualitas, mutu, dan kuantitas, barang-barang kebutuhan pokok masih cukup untuk menghadapi Ramadan,” jelasnya.

Meski demikian, Kurnia mengakui terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas, terutama cabai rawit dan telur. Hal ini dipengaruhi faktor cuaca yang menyebabkan hasil panen petani belum optimal. “Untuk cabai rawit memang ada kenaikan karena daerah pemasok seperti Blitar Selatan, Batu, dan Kediri belum memasuki panen raya, sehingga pasokan terbatas,” katanya.

Sementara itu, harga daging ayam tercatat mengalami kenaikan sekitar Rp500 dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Harga ayam sempat berada di kisaran Rp 36.000–Rp 37.000 per kilogram, dan kini naik hingga Rp 38.000 per kilogram. “Namun yang Rp 38.000 itu kualitasnya sudah bersih, tanpa kepala dan cakar. Stoknya masih banyak dan kualitas dagingnya juga segar,” imbuh Kurnia.

Ia menegaskan, dibandingkan daerah lain, harga kebutuhan pokok di Kota Blitar masih relatif lebih rendah dan terkendali.

Menjelang Ramadan, Kurnia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Pemerintah Kota Blitar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen menjaga ketersediaan barang dengan jumlah yang cukup. “Masyarakat tidak perlu memborong. Kami berupaya memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan kualitas dan kuantitas yang mencukupi,” tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.