KabarBaik.co, Blitar – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga bunga tabur di sejumlah pasar di Kota Blitar mengalami kenaikan cukup signifikan.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh pedagang bunga, salah satunya Siti Munawaroh, warga Kebon Duren yang sudah puluhan tahun berjualan bunga setaman.
Siti Munawarah, perempuan kelahiran 1967 itu, mengaku kenaikan harga mulai terasa sejak mendekati Ramadan. Bunga tabur yang biasanya dijual Rp 2.500 per bungkus, kini naik menjadi Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per bungkus.
“Perbedaannya cukup jauh. Sekarang harganya bisa dua kali lipat,” ujarnya saat ditemui di lapak jualannya, Jumat (13/2).
Menurut Siti, kenaikan harga paling mencolok terjadi pada bunga mawar dan kenanga. Jika sebelum Ramadan harga mawar berkisar Rp 45.000 hingga Rp 60.000 per kilogram, kini harganya melonjak hingga mendekati Rp 170.000 per kilogram.
Sementara kenanga yang sebelumnya dijual Rp 25.000–Rp 30.000 per kilogram, kini mencapai Rp 160.000 per kilogram.
Ia menjelaskan, kenaikan harga dipicu oleh berkurangnya pasokan bunga dari petani. Faktor cuaca dan serangan hama membuat hasil panen menurun.
“Sekarang stoknya berkurang. Banyak tanaman yang rusak dimakan ulat, jadi harus kulakan dari luar,” katanya.
Meski harga naik, permintaan bunga justru meningkat. Bunga tabur banyak dibutuhkan untuk keperluan nyekar menjelang Ramadan, selain juga untuk acara siraman dan pernikahan. Dalam sehari, Siti bisa menjual hingga puluhan kilogram bunga, tergantung ketersediaan stok.
“Kalau stok ada, penjualan bisa habis. Apalagi menjelang Ramadan, banyak yang nyekar,” pungkasnya.(*)






