Hasil Akhir Semifinal Thomas Cup 2026: Prancis Terus Menggila, Lolos ke Final Usai Sikat India

oleh -2800 Dilihat
ALEX LANIER PRANCIS
Alex Lanier, pemain tunggal putra berusia 19 tahun asal Prancis.

KabarBaik.co, Denmark- Forum Horsens, Denmark, Sabtu (2/5) malam hingga Minggu (3/5) dini hari WIB menjadi saksi lahirnya kekuatan baru bulu tangkis dunia. Prancis tak sekadar lolos ke final untuk kali pertama. Namun, mereka menuju tangga puncak itu dengan cara yang terbilang ”mengerikan” . Betapa tidak, skuad Eropa itu secara mengejutkan sukses membungkam India 3-0 tanpa memberi kesempatan sektor ganda tampil.

Kemenangan telak tersebut dibuka oleh Christo Popov. Pemian peringkat 4 dunia itu menghancurkan Ayush Shetty (peringkat 18) dengan skor telak 21-11, 21-9. Dominasi sejak awal laga langsung memberi nada bahwa Prancis datang bukan untuk kompromi.

Di partai kedua, sensasi datang dari pemain muda Alex Lanier. Pemain peringkat 10 dunia itu melanjutkan tekanan dengan menundukkan mantan nomor satu dunia Kidambi Srikanth (kini peringkat 23) lewat duel ketat 21-16 dan 21-18.

Penentuan terjadi di partai ketiga. Toma Junior Popov (peringkat 17 dunia) memastikan kemenangan Prancis setelah mengatasi H. S. Prannoy (peringkat 9) dua gim langsung 21-19 dan 21-16.

Secara keseluruhan, skor akhir Prancis 3-0 India mencerminkan efisiensi luar biasa. Tiga kemenangan tunggal putra langsung mengakhiri laga. Tak pelak, mereka pun tanpa perlu memainkan partai ganda. Dengan komposisi tiga tunggal top 20 dunia—Popov bersaudara dan Lanier—Prancis kini memiliki fondasi paling solid di turnamen beregu. Setelah menyingkirkan Jepang dan India sama-sama 3-0, mereka pun berdiri di ambang sejarah baru.

Menantang China 

Di semifinal lainnya, juara bertahan China kembali memastikan tiket final Thomas Cup 2026 setelah tampil dominan mengalahkan tuan rumah Denmark dengan skor telak 3-0. Kemenangan skuad Negeri Tirai Bambu dibuka melalui pemain andalan tunggal putra mereka, Shi Yuqi. Pemain nomor 1 dunia itu tampil impresif saat menghadapi Anders Antonsen (peringkat 3 dunia) dan menang meyakinkan dua gim langsung 21-16, 21-5.

Pada partai kedua, pasangan ganda putra Liang Weikeng / Wang Chang (peringkat 5 dunia) memperbesar keunggulan China. Mereka menundukkan duet Denmark Kim Astrup / Anders Skaarup Rasmussen (peringkat 10 dunia) dalam duel ketat dengan skor 21-18 dan 21-17.

Di partai ketiga, Li Shifeng (peringkat 7 dunia) harus bekerja keras menghadapi Magnus Johannesen. Sempat kehilangan gim kedua, Li bangkit di gim penentuan dan mengunci kemenangan dengan skor 21-19, 18-21, 21-9.

Hasil tersebut memastikan China melaju ke final dengan agregat 3-0 atas Denmark, sekaligus mempertemukan dua kekuatan dengan pendekatan berbeda. Antara kedalaman skuad khas Asia melawan spesialisasi tunggal putra milik skuad Prancis.

Final pada Minggu (3/5) malam WIB nanti pun dipastikan menjadi duel menarik. Prancis dengan trio tunggal yang kini terbukti mematikan, menghadapi China yang lebih seimbang di semua sektor. Sebuah benturan gaya yang akan menentukan arah baru peta kekuatan bulu tangkis dunia.

Prancis Mengkudeta Indonesia

Di final Thomas Cup edisi sebelumnya pada Mei 2024 silam, mempertemukan tim bulu tangkis putra Indonesia melawan China. Namun, tim Merah Putih harus mengakui keunggulan China setelah kalah 1-3. Kala itu, China langsung membuka keunggulan melalui tunggal pertama, Shi Yu Qi, mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting dua gim langsung 21-17 dan 21-6.

Pada partai kedua, pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto, memberikan perlawanan sengit. Namun, mereka harus mengakui keunggulan duet China, Liang Wei Kang / Wang Chang, lewat pertarungan tiga gim dengan skor 18-21, 21-17, 17-21.

Indonesia sempat membuka asa lewat tunggal kedua, Jonatan Christie. Kala itu, pemain yang kini menempati peringkat 5 dunia itu berhasil menaklukkan Li Shi Feng dalam pertandingan rubber game dengan skor 21-16, 15-21, 21-17, sekaligus memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Namun, langkah Indonesia terhenti di partai keempat. Ganda putra Bagas Maulana / Muhammad Shohibul Fikri harus mengakui keunggulan pasangan China, He Ji Ting / Ren Xiang Yu, dalam dua gim langsung 11-21, 15-21.

Hasil tersebut pu memastikan kemenangan China dengan skor akhir 3-1, sekaligus mengunci gelar juara Thomas Cup 2024. Sementara itu, Indonesia harus puas finis sebagai runner-up.

Dan, kini di Thomas Cup 2026, nasib Jonatan Christie dkk ternyata memilukan. Gagal lolos dari fase grup setelah ditumbangkan Prancis, yang kini membuat kejutannya masih terus berlanjut.

Akankah, plot twist di panggung badminton dunia ini berlanjut lagi dengan lakon Prancis menenggelamkan dominasi China? Sangat  menarik untuk ditonton. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.