Hasil Babak Pertama BWF World Championships 2026: Kejutan! Shetty Pulangkan Dini Juara Dunia Shi Yuqi 

oleh -170 Dilihat
SHETTY INDIA
Ayush Shetty, pebulutangkis tunggal India. (BWF)

KabarBaik.co, India — Empat bulan lalu, Ayush Shetty hanya bisa menyaksikan Shi Yuqi mengangkat trofi Badminton Asia Championships (BAC) setelah mengalahkannya dengan skor telak. Senin (17/8) malam di New Delhi, cerita itu berubah drastis sekaligus mengagetkan dunia.

Di hadapan publik India dan pada debutnya di panggung BWF World Championships, Shetty menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan juara dunia bertahan turnamen paling bergengsi ini sekaligus pemain nomor satu dunia, Shi Yuqi, melalui pertarungan tiga gim, 21-14, 13-21, 21-18.

Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena Shi Yuqi adalah lawan yang sebelumnya selalu menjadi batu sandungan Shetty. Sebelum pertandingan di Indira Gandhi Indoor Stadium, wakil India itu tertinggal 0-3 dalam rekor pertemuan melawan pemain China tersebut. Pada pertemuan terakhir mereka di final BAC 2026 di Ningbo, Shi Yuqi bahkan menang dominan 21-8, 21-10.

Namun, di panggung terbesar dalam kariernya, Shetty menunjukkan bahwa jarak antara dirinya dan Shi sudah berubah.

Sejak gim pertama, pemain India berusia 21 tahun itu tampil tanpa rasa gentar. Shetty mampu mengendalikan tempo dan menutup gim pembuka 21-14. Shi mencoba merespons pada gim kedua dan berhasil memaksakan permainan yang lebih dominan untuk merebutnya 21-13.

Pertandingan pun harus ditentukan di gim ketiga.

Di sinilah Shetty memperlihatkan kematangan yang membuatnya dalam beberapa bulan terakhir mulai dipandang sebagai salah satu prospek utama tunggal putra India. Ia tidak runtuh setelah kehilangan gim kedua. Sebaliknya, Shetty kembali menemukan agresivitasnya, menjaga tekanan terhadap Shi, dan akhirnya mengunci kemenangan 21-15.

Dari 0-3 menjadi 1-3. Dari kalah telak di final Asia menjadi menang atas juara dunia di panggung dunia.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi titik balik bagi Shetty setelah periode yang tidak mudah. Setelah meraih medali perak bersejarah di BAC pada April, performanya sempat menurun. Cedera ringan pada siku pada Juni juga mengganggu persiapannya, dan ia kemudian mengalami beberapa hasil mengecewakan di turnamen berikutnya.

Kini, semuanya seperti terbayar di New Delhi.

World Championships 2026 sendiri merupakan panggung debut Shetty. Dia datang sebagai pemain yang sedang naik daun, setelah pada April lalu mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya, peringkat 18 dunia. Sebelumnya, ia juga merebut gelar BWF World Tour pertamanya di US Open 2025 dan meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Junior 2023.

Sebaliknya, Shi Yuqi datang ke New Delhi dengan status yang jauh lebih mentereng. Pemain Tiongkok itu merupakan juara dunia 2025 dan menjadi salah satu nama teratas dalam hierarki tunggal putra dunia. BWF sendiri menempatkan Shi Yuqi sebagai unggulan utama pada World Championships setelah performanya yang sangat kuat di turnamen-turnamen level Super 1000.

Karena itu, kemenangan Shetty bukan sekadar kemenangan pada babak pertama. Nmaun, pernyataan bahwa dirinya kini mampu berdiri sejajar dengan pemain terbaik dunia. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut terjadi tepat ketika World Championships kembali digelar di India untuk kali pertama setelah 17 tahun.

Turnamen ini berlangsung mulai 17 hingga 23 Agustus di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, sehingga Shetty mendapatkan keuntungan sekaligus tekanan bermain di hadapan pendukung tuan rumah. Dan, jika ada satu hal yang membuat kemenangan ini terasa berbeda, itu adalah cara Shetty mendapatkannya.

Shetty tidak menang karena Shi Yuqi tampil buruk dalam pertandingan satu arah. Shetty harus kehilangan satu gim, bangkit, lalu menyelesaikan pertandingan dalam tekanan gim penentuan.

Dari pemain yang empat bulan lalu menjadi korban dominasi Shi Yuqi, Ayush Shetty kini menjadi pemain yang mengirim sang juara dunia keluar lebih cepat dari turnamen. Laga draw berakhir, tetapi bagi Shetty, World Championships 2026 baru saja dimulai dengan cara yang paling mengesankan.

Alwi Farhan dan Putri KW Mulus, Dua Tunggal Indonesia Juga Melaju

Sementara sejarah besar terjadi di sektor tunggal putra melalui Ayush Shetty, dua wakil Indonesia juga membuka perjalanan di BWF World Championships 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani sama-sama mengamankan tiket ke babak 32 besar pada hari pertama turnamen di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, Senin (17/8).

Alwi Farhan menjadi wakil Indonesia pertama yang memastikan kemenangan. Tunggal putra unggulan ke-11 tersebut menundukkan wakil Korea Selatan, Yoo Tae-bin, dalam dua gim langsung, 21-17, 21-12. Alwi mampu melewati perlawanan Yoo yang sempat memberikan tekanan pada gim pembuka sebelum pemain Indonesia itu memperlebar jarak pada gim kedua.

Hasil ini setidaknya dapat mempertegas posisi Alwi sebagai salah satu tumpuan Indonesia di sektor tunggal putra. Pemain kelahiran 12 Mei 2005 tersebut datang ke New Delhi dengan modal performa yang cukup kuat sepanjang musim 2026 dan berstatus unggulan ke-11.

Kemenangan atas Yoo juga membuat Alwi langsung mengawali kampanye Kejuaraan Dunia dengan kepercayaan diri.  Selanjutnya, Alwi akan menghadapi tantangan berikutnya di babak 32 besar.

Di sektor tunggal putri, Putri KW bahkan melewati babak pertama dengan skor yang lebih meyakinkan. Unggulan keenam tersebut hanya membutuhkan dua gim untuk mengatasi wakil Filipina, Mikaela Joy De Guzman, dengan skor 21-12, 21-6. Pertandingan tersebut berlangsung sekitar 31 menit.

Putri dilaporkan sempat harus beradaptasi dengan kondisi angin di lapangan pada gim pertama. Setelah menemukan ritme, permainan pemain Merah Putih itu menjadi jauh lebih efektif. De Guzman kesulitan mengontrol pukulan pada gim kedua dan Putri memanfaatkan momentum tersebut untuk menang telak 21-6.

Kemenangan ini memiliki arti khusus bagi Putri. Tahun lalu di Paris, ia membuat kejutan dengan meraih medali perunggu BWF World Championships 2025. Kini, dengan status unggulan keenam, Putri datang ke New Delhi bukan sekadar untuk mengulang pencapaian tersebut, melainkan membawa semangat dapat mengubah warna medalinya.

Tantangan berikutnya sudah menunggu. Putri akan menghadapi pemain Republik Ceko Petra Maixnerova di babak 32 besar. Maixnerova lolos setelah menyingkirkan wakil Italia Yasmine Hamza melalui pertarungan tiga gim, 22-20, 16-21, 21-13. Duel ini akan menjadi pertemuan pertama Putri dengan pemain Ceko tersebut.

Di nomor ganda putri, pasangan Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine juga mengawali perjuangan dengan kemenangan. Tampil di Court 4 pada babak 64 besar, Isyana/Rinjani menundukkan pasangan Skotlandia Julie Macpherson/Ciara Torrance dalam dua gim langsung, 21-12, 21-18, dalam waktu 1 jam 4 menit. Hasil tersebut memastikan Isyana/Rinjani melangkah ke babak berikutnya dan menambah daftar wakil Indonesia yang sukses melewati hari pertama.

Dengan demikian, Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, dan Isyana/Rinjani, sama-sama melewati ujian pertama tanpa kehilangan gim. Satu lagi wakil Garuda dari tunggal putri, yaitu Thalita Ramadhani Wiryawan, hingga berita ini diturunkan malam ini masih belum menjalani laganya. Pebulutangkis muda asal Surabaya itu akan berhadapan dengan Ines Lucia Castillo dari Peru.

Yang pasti, bagi Indonesia, kemenangan awal tersebut menjadi pembuka positif di Kejuaraan Dunia yang untuk kali pertama kembali digelar di India setelah jeda panjang.

Namun, jalan menuju podium masih panjang. Setelah babak pertama yang relatif terkendali, lawan-lawan berikutnya akan memberikan ujian yang jauh lebih berat—dan seperti yang diperlihatkan Ayush Shetty saat menumbangkan Shi Yuqi, kejutan besar bisa terjadi kapan saja di New Delhi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.