Hasil BWF World Championships 2026: New Delhi Mulai Menelan Unggulan, Jalan Alwi-Jojo Terbuka

oleh -277 Dilihat
POPOV PRANCIS
Cristo Popov, pemain tunggal elite dunia asal Prancis.

KabarBaik.co, India — Kejuaraan Dunia (World Championships) BWF 2026 di New Delhi, India, mulai memperlihatkan wajah sesungguhnya. Tak ada unggulan yang benar-benar aman. Sehari setelah juara bertahan sekaligus unggulan pertama Shi Yuqi tersingkir secara mengejutkan, kejutan kembali terjadi di sektor tunggal putra.

Kali ini, giliran Christo Popov, pemain andalan Prancis yang datang dengan modal besar setelah menjuarai BWF World Tour Finals 2025 dan Kejuaraan Eropa 2026, harus angkar koper lebih cepat. Popov ditaklukkan Kenta Nishimoto dalam dua gim langsung, 17-21, 19-21, pada babak pertama di Indira Gandhi Arena, Selasa (18/8).

Hasil tersebut sekaligus menambah panjang daftar kejutan yang mulai mewarnai turnamen paling bergengsi di kalender bulu tangkis dunia tersebut. BWF mencatat kemenangan Nishimoto atas Popov dengan skor identik tersebut.

Kekalahan Popov terasa mengejutkan jika melihat momentum yang dibawanya ke New Delhi. Pemain berusia 24 tahun itu bukan sekadar datang sebagai salah satu nama besar Eropa. Pada akhir 2025, Popov mencatat sejarah sebagai pemain Prancis pertama yang menjuarai BWF World Tour Finals. Beberapa bulan kemudian, ia menambah gelar juara Eropa di nomor tunggal putra.

Dengan kata lain, Popov tiba di Kejuaraan Dunia 2026 sebagai salah satu pemain yang secara logis layak diperhitungkan dalam perebutan podium. Namun, Nishimoto mematahkan semua perkiraan tersebut hanya dalam dua gim.

BACA JUGA: Jadwal dan Bagan Lengkap BWF World Championships 17-23 Agustus 2026

Bagi Nishimoto, kemenangan ini juga menjadi penegasan bahwa pengalaman masih mempunyai tempat di tengah gelombang pemain muda. Pebulutangkis Jepang berusia 31 tahun itu pernah menembus peringkat sembilan dunia dan memiliki pengalaman panjang di level elite. Ia juga pernah menjadi juara Japan Open 2022.

Diketahui, kejutan Popov datang setelah dunia bulu tangkis masih membicarakan kekalahan Shi Yuqi. Pemain China ranking 1 duia itu sekaligus juara bertahan itu tumbang di babak permulaan (R64) dari wakil tuan rumah, Ayush Shetty. Shi kalah 14-21, 21-13, 19-21 dalam pertandingan yang berlangsung dramatis.

Shetty, yang baru melakukan debut di Kejuaraan Dunia, akhirnya mencatat kemenangan pertamanya atas Shi setelah sebelumnya kalah dalam tiga pertemuan.  Gelanggang olahraga tempat laga pun bergemuruh.

Jika kekalahan Shi Yuqi merupakan kejutan besar, tumbangnya Popov membuat sinyalnya semakin jelas. Kejuaraan Dunia New Delhi bukan turnamen yang mudah dibaca berdasarkan ranking atau status unggulan semata. Dua nama besar sudah tersingkir bahkan sebelum turnamen memasuki fase akhir. Dan itu membuka kemungkinan lahirnya jalur baru menuju podium.

Kabar Baik bagi Alwi Farhan dan Jonatan Christie

Bagi Indonesia, situasi tersebut tentu bukan kabar buruk. Alwi Farhan dan Jonatan Christie merupakan dua tumpuan Merah Putih di sektor tunggal putra. PBSI memastikan keduanya menjadi wakil Indonesia di nomor tersebut pada Kejuaraan Dunia 2026. Alwi datang sebagai unggulan ke-11, sedangkan Jojo merupakan unggulan ketiga.

Tumbangnya nama-nama besar seperti Shi Yuqi dan Christo Popov secara matematis dapat membuat perjalanan para pemain unggulan yang masih bertahan menjadi relatif lebih ringan. Beberapa potensi pertemuan dengan pemain yang sebelumnya diprediksi sebagai penghalang di fase-fase berikutnya kini ikut berubah.

Alwi sendiri sudah membuka kiprah dengan kemenangan pada babak 64 besar. Dia menaklukkan Yoo Tae Bin dari Korea Selatan dan melanjutkan langkahnya ke babak berikutnya. Sementara itu, Jojo juga melangkah mulus di babak awal usai menaklukkan wakil Jerman, Mathias Kisklitz.

.Namun, di sinilah paradoks Kejuaraan Dunia tahun ini muncul. Jalan yang tampak lebih terbuka belum tentu menjadi jalan yang lebih mudah. Ketika unggulan tumbang, justru bahaya bisa datang dari mana saja. Kekalahan Shi Yuqi dan Popov memang mengurangi jumlah nama besar di undian. Tetapi, pada saat yang sama, hasil-hasil tersebut memperlihatkan bahwa pemain yang sebelumnya tidak terlalu dijagokan kini memiliki keyakinan bahwa mereka bisa mengalahkan siapa pun.

Shetty adalah contoh paling nyata. Pemain India itu sebelumnya sudah tiga kali kalah dari Shi Yuqi. Namun, ketika kesempatan keempat datang di panggung terbesar, ia justru mampu menumbangkan sang juara bertahan di hadapan publik sendiri.

Nishimoto pun memperlihatkan pola serupa saat menghadapi Popov. Itulah sebabnya keluarnya beberapa unggulan justru bisa membuat turnamen semakin sulit ditebak. Para pemain yang lolos dari kejutan akan memasuki babak berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi, sementara para unggulan yang masih bertahan tidak lagi bisa sekadar mengandalkan nama besar.

Selain Shi Yu Qi dan Christo Popov, sejumlah unggulan lain di sektor tunggal putra juga membuat persaingan di New Delhi patut dicermati. Anders Antonsen (Denmark), unggulan keempat, serta Li Shi Feng (China), unggulan kedelapan, Koki Naraoka (Jepang), unggulan ke-10, Loh Kean Yew (Singapura), unggulan ke-13, Lakshya Sen (India), unggulan ke-14, dan Kunlavut Vitidsarn (Thailand), unggulan kedua, masih berada di jalur persaingan.

Ada pula Chou Tien-chen (Taiwan), unggulan keenam, Victor Lai (Kanada), unggulan ketujuh, Lin Chun-yi (Taiwan), unggulan ke-12, serta Alex Lanier (Prancis), unggulan kesembilan. Di antara mereka, keberadaan Vitidsarn, Antonsen, Li Shi Feng, dan Naraoka menjadi perhatian tersendiri karena berada di jajaran unggulan teratas.

Yang jelas, dengan dua kejutan besar sudah terjadi, rasanya terlalu dini untuk menyebut siapa yang akan berdiri di podium tunggal putra pada 23 Agustus nanti. Di New Delhi, satu hal tampaknya sudah pasti bahwa turnamen ini baru dimulai, tetapi kejutan sudah lebih dulu berlari jauh di depan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.