KabarBaik.co, India- New Delhi belum genap memasuki fase-fase akhir. Namun, Kejuaraan Dunia BWF 2026 sudah kehilangan sejumlah nama besar. Dalam dua hari beruntun, juara bertahan sekaligus pemain nomor satu dunia Shi Yuqi, Christo Popov, Lin Chun-Yi, dan salah satu pahlawan tuan rumah Lakshya Sen harus mengakhiri perjalanan lebih dini di Indira Gandhi Indoor Stadium.
Korban terbaru adalah Lakshya Sen. Bermain di hadapan publik sendiri, unggulan India itu justru tersungkur di babak 32 besar setelah dipaksa menyerah kepada pemain Amerika Serikat peringkat 92 dunia, Garret Tan, Rabu (19/8). Dalam duel yang berlangsung selama 73 menit, Lakshya takluk 19-21, 21-19, 21-17.
Kekalahan tersebut terasa lebih menyakitkan karena Lakshya datang ke New Delhi dengan status salah satu harapan terbesar India. Dia juga memiliki modal kuat dari awal musim setelah menembus final All England Open 2026 sebelum dikalahkan Lin Chun-Yi.
Namun, gemuruh ribuan penonton di Indira Gandhi Indoor Stadium tidak cukup untuk menyelamatkannya. Sejatinya, Lakshya mengamankan gim pertama 21-19. Tan membalas dengan skor yang sama pada gim kedua, lalu mengambil kendali pertandingan penentuan. Pemain AS itu sempat memimpin 11-4 sebelum Lakshya bangkit dan memperkecil jarak hingga 16-17. Akan tetapi, Tan mampu bertahan dari tekanan tersebut dan menutup gim ketiga 21-17.
Kejatuhan Lakshya melanjutkan badai kejutan yang sudah lebih dahulu menyapu sektor tunggal putra. Sebelumnya, Lin Chun-Yi yang menjadi korban. Juara All England 2026 asal Chinese Taipei tersebut gagal melewati babak 32 besar setelah ditundukkan Rasmus Gemke dari Denmark dalam pertarungan tiga gim.
Senasib dengan Lakshya, Lin pun sempat membuka pertandingan dengan kemenangan telak 21-13. Namun Gemke bangkit dan membalikkan keadaan melalui kemenangan 21-17 dan 21-11. Pertandingan berlangsung 70 menit dan membawa Gemke ke babak 16 besar.
Hasil tersebut membuat dua finalis All England Open 2026 sama-sama sudah tersingkir dari persaingan gelar dunia. Lin menjuarai All England setelah mengalahkan Lakshya pada final Maret lalu. Kini, keduanya sama-sama telah meninggalkan kejuaraan dunia lebih cepat dari yang diperkirakan.
Badai di New Delhi sebenarnya sudah dimulai sejak hari pertama. Dunia bulu tangkis dikejutkan oleh tumbangnya Shi Yuqi. Unggulan pertama sekaligus juara bertahan asal China itu kalah dari pemain muda India, Ayush Shetty, dalam babak draw. Shetty menang 21-14, 13-21, 21-19 dalam pertandingan selama 73 menit.
Kejutan berikutnya datang. Unggulan kelima Christo Popov, yang datang dengan reputasi sebagai salah satu kandidat kuat perebut medali, justru dihentikan veteran Jepang Kenta Nishimoto di babak awal atau 64 besar. Popov kalah dua gim langsung 17-21, 19-21.
Dengan demikian, empat nama besar di nomor tunggal putra telah tersingkir sebelum turnamen mencapai perempat final: Shi Yuqi, Christo Popov, Lin Chun-Yi, dan Lakshya Sen.
Sementara itu, meski akhirnya menang, wakil tungga putra Indonesia Jonatan Christie juga sempat dikejutkan oleh kekalahan di gim pertama dari pemain Singapura, Jia Heng Teh, sebelum akhirnya bangkit membungkus kemenangan 19-21, 21-19, 21-11. Hal serupa dialami Loh Kean Yew, yang kehilangan gim pertama saat melawan Lee Cheuk Yiu sebelum menang rubber game dengan skor 21-15, 17-21, 15-21.
Dan tampaknya BWF World Championships 2026 masih cukup panjang. Tetapi, satu pesan sudah terdengar sangat jelas dari New Delhi. Tidak ada nama besar yang benar-benar aman di sektor tunggal putra. (*)








