Haul ke-56 Bung Karno di Gresik: Refleksi Keteladanan Sang Proklamator

oleh -79 Dilihat
Haul ke-56 Bung Karno di WEP, Gresik. (Foto: Andika DP)
Haul ke-56 Bung Karno di WEP, Gresik. (Foto: Andika DP)

KabarBaik.co, Gresik – Ratusan orang menghadiri peringatan Haul ke-56 Proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno, yang digelar di WEP Gresik, Kamis (25/6) sore. Peserta yang hadir terdiri dari kader PDI Perjuangan, anggota fraksi, hingga warga sekitar yang mengikuti doa bersama dan refleksi kebangsaan.

Bupati Gresik sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Gresik Fandi Akhmad Yani, mengatakan haul Bung Karno menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani perjuangan sang proklamator dalam membangun bangsa.

“Alhamdulillah, di sore hari ini kita bisa berkumpul dalam majelis yang sangat mulia untuk memperingati haul Sang Proklamator sekaligus pendiri bangsa, Bapak Ir. Soekarno,” ujar Fandi Akhmad Yani di hadapan sekitar 600 hadirin.

Ia menjelaskan, peringatan haul digelar bertepatan dengan wafatnya Bung Karno yang dikenang setiap tanggal 9 Muharram. Menurut Yani, substansi utama haul bukan sekadar seremonial, melainkan mendoakan dan mengambil teladan dari perjuangan Bung Karno.

“Haul ke-56 ini substansinya adalah meneladani dan mendoakan beliau. Semangat perjuangan, nasionalisme, dan pengabdian Bung Karno kepada bangsa harus terus kita warisi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Susy Cecilia, mengajak seluruh kader untuk mengobarkan kembali semangat gotong royong yang menjadi salah satu warisan utama Bung Karno.

Menurut dia, perjuangan sang proklamator harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang berpihak kepada masyarakat.

“Kita harus mengobarkan semangat gotong royong. Bagaimana perjuangan Bung Karno yang harus kita warisi dan lanjutkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Susy.

Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, agar kader partai tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi perpanjangan tangan rakyat.

“Pesan Bu Megawati, jangan hanya seremonial saja. Kita adalah kepanjangan tangan rakyat. Dengarkan rakyat dan carikan solusinya,” kata dia.

Susi menegaskan, posisi PDI Perjuangan dalam pemerintahan bukan sebagai oposisi, melainkan sebagai penyeimbang yang tetap kritis terhadap berbagai kebijakan.

“Kalau benar kita dukung, kalau salah jalur kita ingatkan. Kita bukan oposisi, tetapi penyeimbang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Susi juga mengingatkan pesan Bung Karno yang hingga kini masih relevan bagi generasi penerus bangsa. “Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Warisi apinya, jangan abunya,” tutur Susi.

Kegiatan haul berlangsung khidmat dengan diisi doa bersama dan tausiah. Kehadiran ratusan kader dan masyarakat menunjukkan antusiasme untuk mengenang jasa-jasa Bung Karno sekaligus memperkuat semangat gotong royong, nasionalisme, dan keberpihakan kepada rakyat.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.