KabarBaik.co – Anak Kepala Desa Jelun, Kecamatan Licin, Banyuwangi bernama Ageng Maulana Mursyd babak belur usai dihajar 4 orang pemuda. Empat orang itu diketahui merupakan senior di salah satu perguruan silat yang diikuti Ageng.
Akibat kekerasan yang diterimanya, remaja beusia, 18 tahun itu mengalami luka serius di bagian kepala, rusuk serta lengan. Kasus ini pun telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
Kades Jelun, Nasrudin Sarkowi bercerita kasus itu terjadi pada Minggu (23/2) lalu. Anaknya dihajar 4 pemuda secara bergiliran. Akibatnya anaknya saat itu terkapar lemas dengan beberapa luka di bagian tubuh.
“Kasus ini sudah kami laporkan ke pihak kepolisan. Sudah masuk tahap BAP,” kata Nasrudin, Selasa (25/12).
Nasrudin menyebut pengeroyokan itu dipicu perkara Ageng berniat mengundurkan diri sebagai salah satu siswa perguruan silat. Ageng ingin berhenti karena ingin fokus sekolah, sebab sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir.
Setelah menyampaikan niatnya itu, Ageng justru mendapat ancaman serius dari seniornya. Tepat pada saat mengembalikan atribut ia kemudian dihajar oleh 4 pemuda yang merupakan seniornya di perguruan silat.
“Anak saya di hajar 4 orang. Dia terkapar dengan luka-luka di bagian kepala rusuk serta bagian tubuh lainnya. Saat ini kondisinya masih lemas,” tegasnya.
Ia saat ini memasrahkan kasus ini ke pihak kepolisian. Ia berharap para pelaku pengeroyokan itu mendapat hukuman yang setimpal.
“Kami pasrahkan prosesnya ke kepolisian. Kami berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal. Kami ingin proses hukumnya tetap berlanjut,” tegasnya.(*)








