KabarBaik.co, Sidoarjo – Hujan lebat disertai angin kencang menerjang Sukodono, Sidoarjo, Rabu (4/2) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ini menyebabkan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan ringan.
Berdasarkan data sementara BPBD Sidoarjo, sedikitnya 17 rumah warga terdampak akibat terjangan aning kencang tersebut. Selain rumah warga, satu fasilitas umum berupa musala serta Kantor Kecamatan Sukodono juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Humas BPBD Sidoarjo Yoli Wisnu menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan.
“Angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan merusak atap rumah warga. Kejadian ini juga sempat mengganggu aktivitas masyarakat serta menutup sebagian akses jalan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/2).
Beberapa desa di Sukodono juga terdampak di antaranya Desa Suruh, kerusakan tercatat pada lima rumah warga di RT 08, RT 09, dan RT 10 RW 02, serta satu fasilitas umum musala yang mengalami rusak ringan. Sementara di Desa Bangsri, sebanyak sepuluh rumah warga terdampak yang tersebar di beberapa RT.
Kerusakan lain terjadi di Desa Pademonegoro dengan satu rumah rusak ringan, serta di Desa Anggaswangi yang menyebabkan Kantor Kecamatan Sukodono mengalami kerusakan ringan.
Selain bangunan, angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah titik, di antaranya di Perumahan Griya Kebonagung, Dusun Karangnongko Desa Pekarungan, Perum Surya Indah Permai Desa Suruh, dan wilayah Desa Bangsri.
“BPBD Sidoarjo langsung melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan Satpol PP, TNI, Polri, PLN, Call Center 112, pemerintah desa, dan kecamatan untuk penanganan di lapangan,” imbuh Yoli
Petugas gabungan melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang agar akses jalan kembali normal. Sebagai bentuk penanganan awal, BPBD Sidoarjo juga menyalurkan bantuan sementara berupa terpal kepada warga terdampak di Desa Suruh dan Desa Bangsri.
Hingga Rabu malam pukul 20.30 WIB, seluruh pohon tumbang telah berhasil ditangani. BPBD memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini, serta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai Jawa Timur hingga 10 februari kedepan. (*)






