KabarBaik.co – Sentra Wisata Kuliner (SWK) Jombang merayakan HUT ke-1. Perayaan yang digelar di kawasan Jalan Ahmad Dahlan itu berlangsung sederhana namun sarat semangat kebersamaan.
Suasana semarak dengan penampilan Jombang Carnival yang memukau ratusan warga. Atraksi tersebut sukses mencuri perhatian pengunjung dan menambah warna dalam peringatan setahun perjalanan SWK sebagai ruang tumbuh ekonomi kreatif masyarakat.
Bupati Jombang Warsubi turut hadir bersama sejumlah pejabat daerah. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap SWK yang selama setahun terakhir telah menjadi wadah bagi para pelaku usaha kuliner dan pedagang kaki lima.
Ketua Forum Rembuk Masyarakat Jombang (FRMJ) Joko Fattah Rochim mengatakan seluruh pedagang yang tergabung di SWK ikut ambil bagian dalam perayaan tersebut. Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.
“Para pelaku usaha dan pedagang kaki lima yang berada di SWK turut hadir, dengan puncak acara ditandai pemotongan tumpeng,” ujar Joko, Minggu (25/1).
Bupati Warsubi menyampaikan apresiasi atas kontribusi SWK terhadap perekonomian lokal. Meski demikian, ia mengakui bahwa di usia yang masih muda, SWK masih membutuhkan pembenahan dan penataan.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam perjalanannya, SWK ini masih belum sempurna. Masih ada hal yang perlu dibenahi dan ditata.
Oleh karena itu, Pemkab Jombang berkomitmen melakukan pembinaan dan pengembangan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan pedagang maupun pengunjung,” kata Warsubi.
Menurut Warsubi, SWK tidak hanya berfungsi sebagai pusat kuliner, tetapi juga ruang interaksi sosial sekaligus etalase kekhasan kuliner asli Jombang. Karena itu, ia berpesan agar para pedagang menjaga keharmonisan dan solidaritas.
“Jadilah komunitas pedagang yang solid. Saling mendukung dan menjaga, sehingga tercipta suasana nyaman bagi siapa saja yang datang berkunjung,” tambahnya.
Peringatan HUT ke-1 ini diharapkan menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan peran SWK Jombang sebagai destinasi kuliner dan ruang publik yang ramah bagi masyarakat. (*)








