KabarBaik.co – Ada yang berbeda dalam perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di SMP Negeri 4 Jombang. Jika biasanya identik dengan lomba tradisional, kali ini sekolah di Jalan Mawar No.3, Jombang ini justru menggelar lomba membuat batik ecoprint untuk seluruh siswa.
Lomba ini tak sekadar seru-seruan, namun juga sarat nilai edukasi, pelestarian lingkungan, serta mengangkat kearifan lokal. Para siswa ditantang untuk memanfaatkan dedaunan di sekitar lingkungan sekolah untuk menciptakan motif batik yang estetik.
“Kita ingin anak-anak belajar dari pengalaman. Mereka memanfaatkan daun-daun yang ada di sekitar sekolah, lalu mengolahnya menjadi karya batik. Ini pembelajaran berbasis proyek yang langsung memberi keterampilan nyata,” ujar Kepala SMPN 4 Jombang Slamet Agus Tri Prastyo saat ditemui di sela acara, Selasa (12/8).
Menariknya, hasil karya ecoprint para siswa tidak hanya dilombakan, tapi juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan sekolah seperti taplak meja kelas, kostum festival, bahkan dijual dalam program kewirausahaan sekolah.
“Produk ecoprint dari anak-anak sudah laku ke mana-mana, sering ikut pameran, bahkan nanti ada yang dipakai untuk fashion show siswa,” imbuh Agus.
Salah satu peserta, Kusna Maulida, siswi kelas 9A, mengaku membuat batik ecoprint tidak semudah yang dibayangkan.
“Yang paling sulit itu menata daun biar motifnya rapi dan estetik. Prosesnya kain dibasahi, ditempeli daun dari rumah, digulung, lalu dikukus sekitar 2,5 jam. Biasanya pakai daun kelengkeng, jambu, jati, atau kenikir,” tuturnya.
Lomba batik ecoprint ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan cinta lingkungan bisa berjalan beriringan, bahkan sejak dari bangku sekolah. (*)






