KabarBaik. co – Ikan bandeng yang selama ini dikenal ribet karena banyak duri, kini disulap menjadi kuliner praktis dan lezat oleh seorang ibu rumah tangga asal Jombang.
Dialah Maratul Hidayati atau akrab disapa Ida, pemilik usaha Bandeng Presto Kremes Siefa Berkah, yang sejak 2015 konsisten memproduksi bandeng presto dengan duri lunak dan cita rasa khas.
Dari dapur sederhana di Dusun Sambong Duran, Desa/Kecamatan Jombang, Ida memproduksi bandeng presto setiap hari tanpa menyimpan stok. Ikan dipresto selama dua jam agar durinya benar-benar lunak dan aman dikonsumsi semua usia.
“Kami produksi setiap hari, jadi bandeng selalu fresh. Tidak pakai stok. Di presto selama dua jam, itu kunci supaya durinya benar-benar lunak,” kata Ida saat ditemui KabarBaik.co, Kamis (18/9).
Usaha yang diberi nama Siefa Berkah ini menawarkan dua varian utama. Bandeng Presto Kremes (tidak pedas) lengkap dengan sambal homemade yang disajikan terpisah. Bandeng Presto Pepes Pedas dengan bumbu rempah khas yang menggugah selera.
Keduanya tersedia dalam bentuk siap santap maupun frozen, dan mampu bertahan hingga 24 jam di suhu ruang, menjadikannya cocok sebagai oleh-oleh khas Jombang.
Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 6.000 per ekor. Konsumen juga bisa memilih ukuran sesuai kebutuhan.
“Best seller kami varian kremes karena rasanya lebih netral dan semua orang suka. Bisa request ukuran juga,” jelas Ida.
Setiap hari, Ida mampu memproduksi 10 hingga 15 kilogram bandeng. Namun saat ada pesanan besar seperti untuk hajatan, pondok pesantren, atau katering, produksinya bisa naik hingga 30 kilogram per hari.
Tak hanya mengandalkan penjualan di Pasar Legi yang dimulai sejak pukul 03.00 WIB, Ida kini juga aktif memasarkan produknya melalui media sosial seperti TikTok (@prestokremesjombang) dan Instagram (@berkahprestoandcatering).
Strategi digital ini terbukti efektif. Ida kerap menerima pesanan dari berbagai daerah di Indonesia hingga pelanggan setia dari Malaysia.
“Ada pelanggan dari Malaysia yang awalnya mudik ke Jombang, terus suka sama bandeng kami, akhirnya pesan lagi dari sana,” ujar Ida bangga.
Meski belum membuka cabang, Ida kini memiliki sejumlah reseller dan membuka peluang kerja sama bagi siapa saja yang ingin ikut memasarkan produknya.
Nama Siefa Berkah sendiri diambil dari nama keluarga dan doa agar usahanya membawa keberkahan.
Ke depan, Ida berharap bisa mengembangkan usahanya lebih besar lagi dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Sebagai sesama ibu rumah tangga, Ida juga membagikan pesan kepada para wanita yang ingin memulai usaha.
“Kalau ada ibu rumah tangga yang ingin mulai usaha, mulailah dari apa yang disuka. Coba aja dulu, tekuni. Jangan takut gagal,” pesannya.
Menurutnya, kunci sukses usahanya selama ini adalah konsistensi rasa, kebersihan, dan pelayanan yang ramah.
“Kalau enak dan bersih, pelanggan pasti balik lagi,” tutupnya. (*)






