Idul Fitri 1447 H di Surabaya, Prof Mohammad Nuh Ajak Umat Jadikan Ramadan Investasi Abadi

oleh -2 Dilihat
Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA.
Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA.

KabarBaik.co, Surabaya – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan umat Muslim untuk tidak hanya merayakan kemenangan, tetapi juga melakukan refleksi diri.

Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri di Masjid As Shobirin, Rungkut Mapan, Surabaya, yang berlangsung khidmat, Sabtu (21/3).

Salat Id dimulai tepat pukul 07.00 WIB dan diikuti lebih dari 400 jamaah. Bertindak sebagai khatib, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, menyampaikan khutbah bertema Ramadan: Investasi Kebaikan dalam Keabadian. Dalam khutbahnya, Prof Mohammad Nuh mengajak jemaah menjadikan Idul Fitri sebagai momentum muhasabah atau evaluasi diri secara jujur setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Ia menekankan pentingnya mensyukuri nikmat kesehatan dan kesempatan beribadah. Menurutnya, tidak semua orang dapat merasakan kebahagiaan Idul Fitri dalam kondisi yang sama.

“Kita patut bersyukur karena masih diberi kesehatan dan kesempatan menunaikan salat Id. Di saat yang sama, mari kita doakan saudara-saudara kita yang sedang sakit atau mereka yang tetap bekerja demi keluarga,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar umat tidak terjebak dalam pola pikir childish mentality atau sikap kekanak-kanakan dalam beragama, yakni terlalu larut menikmati nikmat tanpa mengingat Sang Pemberi nikmat.

Dalam refleksinya, Prof Mohammad Nuh juga menyoroti pentingnya waktu sebagai salah satu nikmat terbesar yang sering diabaikan manusia. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW tentang dua nikmat yang kerap melalaikan, yakni kesehatan dan waktu luang.

Menurutnya, manusia dalam memanfaatkan waktu terbagi dalam tiga golongan, yakni mereka yang produktif dan efisien, yang menjalani waktu secara biasa tanpa dampak berarti, serta mereka yang justru merugi karena menggunakan waktu untuk hal-hal yang melanggar syariat.

“Waktu itu ibarat pedang. Jika tidak digunakan untuk menyelesaikan persoalan, justru akan melukai diri kita sendiri,” tegasnya.

Menutup khutbah, Prof Mohammad Nuh mengajak jemaah memandang kehidupan sebagai perjalanan panjang yang harus dipersiapkan dengan bekal terbaik. Ia mengibaratkan amal saleh sebagai investasi yang akan memberikan keuntungan di kehidupan akhirat.

Konsep passive income di akhirat, menurutnya, dapat diraih melalui amal jariyah yang terus mengalir meskipun seseorang telah wafat.

“Jangan sampai kita menjadi ‘gelandangan’ di akhirat karena tidak memiliki bekal. Mari kita tingkatkan investasi amal saleh setelah Ramadhan agar meraih kebahagiaan yang hakiki,” pungkasnya.

Khutbah Idul Fitri tersebut menjadi pengingat bagi jamaah untuk menjaga semangat ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta memanfaatkan waktu secara bijak sebagai bekal menuju kehidupan yang kekal.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.