IFBEX 2025 Digelar di Surabaya, Jadi Ajang Penggerak Waralaba dan Wirausaha Baru

oleh -367 Dilihat
(Kiri ke kanan) CEO PT Myevent Promosindo Asia, Karen Wiraraharja, Franchise Expert Djoko Kurniawan, Ketua Umum HIKPI (Himpunan kemitraan dan peluang usaha indonesia). Ageng. Permadi ketua Asosiasi Perusahaan pengusaha teknologi informasi dan komunikasi Nasional jawa timur (APTIKNAS) saat sosialisasi IFBEX 2025 di Surabaya.

KabarBaik.co – Dunia bisnis nasional kembali menyorot Surabaya. Kota ini akan menjadi tuan rumah International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2025, pameran waralaba dan peluang usaha terbesar di Jawa Timur yang akan berlangsung pada 28–30 November 2025 di Surabaya Convention Center (SCC), Pakuwon Mall.

Ajang ini digagas oleh PT Myevent Promosindo Asia bersama Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, APTIKNAS, serta DK Consulting Group. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah lembaga, termasuk Kementerian Perdagangan RI, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Bursa Efek Indonesia (IDX), dan komunitas bisnis nasional.

CEO PT Myevent Promosindo Asia, Ira Karen Wiraraharja, menjelaskan bahwa IFBEX 2025 hadir sebagai wadah strategis untuk mempertemukan investor dengan brand potensial yang siap berkembang.

“Kami ingin menjadi jembatan antara pemilik merek dan calon investor agar sektor franchise dan kemitraan di Indonesia bisa tumbuh lebih cepat,” ujarnya saat sosialisasi IFBEX 2025 di Surabaya, Selasa (7/10).

Menurut Karen, IFBEX kini telah berkembang menjadi ekosistem bisnis terpadu yang menghubungkan pelaku usaha dari berbagai sektor. Dengan pertumbuhan industri waralaba nasional sekitar 5 persen per tahun, peluang ekspansi dinilai masih sangat terbuka.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, persebaran usaha waralaba masih didominasi wilayah Pulau Jawa, khususnya Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Barat. Sementara itu, sektor makanan dan minuman menjadi bidang usaha terbesar dengan pangsa 47,92 persen, diikuti sektor ritel, pendidikan nonformal, kecantikan, laundry, dan lainnya.

Pada 2024, omzet bisnis waralaba di Indonesia tercatat mencapai Rp 143,25 triliun dan menyerap hampir 98 ribu tenaga kerja. Angka ini memperlihatkan besarnya potensi sektor waralaba dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Tahun ini, IFBEX 2025 menargetkan lebih dari 35.000 pengunjung dan investor selama tiga hari penyelenggaraan.

Sebanyak 105 brand ternama dari berbagai industri akan berpartisipasi. Tiket masuk dibanderol Rp 30.000 per orang, dengan beragam promo menarik seperti potongan investasi hingga ratusan juta rupiah, program cicilan kemitraan, voucher, dan hadiah langsung.

Selain pameran, kegiatan ini juga akan diisi dengan kompetisi pengusaha muda, sesi jejaring bisnis, live music, hingga talkshow inspiratif. Pengunjung pertama berkesempatan mendapat goodie bag gratis, sementara investor yang bertransaksi bisa memenangkan doorprize spektakuler seperti sepeda motor, emas, hingga uang tunai.

Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menilai IFBEX memiliki arti penting dalam menumbuhkan jumlah wirausaha baru di Indonesia.

“Negara maju memiliki rasio wirausaha minimal 8 persen dari total penduduk. Indonesia baru sekitar 4 persen, jadi masih perlu banyak dorongan,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketimpangan antara jumlah lulusan sekolah dan lapangan kerja menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, Kadin Jawa Timur berkomitmen untuk mendorong generasi muda agar berani menciptakan peluang usaha sendiri.

“Perekonomian Jawa Timur cukup kuat dan menjadi hub bagi 19 provinsi di Indonesia Timur. Ini peluang besar bagi siapa pun yang ingin memulai bisnis,” tegasnya.

Adik Dwi juga mengapresiasi dukungan lembaga keuangan dan pendamping bisnis seperti BRI yang aktif memberikan edukasi dan pelatihan kewirausahaan. “Yang penting bukan hanya tahu memulai usaha, tapi juga bagaimana menjual dan mengembangkannya,” tambahnya.

Sementara itu, Franchise Expert Djoko Kurniawan, yang juga Ketua Umum Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI), menyebut IFBEX 2025 akan tampil berbeda dari pameran serupa.

“Pameran ini tidak hanya berorientasi jualan. Kami ingin membangun ekosistem yang berkelanjutan—ada pembinaan, mentoring, hingga kompetisi mahasiswa untuk melahirkan pengusaha muda,” jelasnya.

Djoko menekankan pentingnya literasi bisnis agar masyarakat memahami perbedaan antara franchise dan kemitraan. Dari jutaan usaha di Indonesia, baru sekitar 200 brand yang memiliki izin resmi franchise dari Kementerian Perdagangan.

“Boleh bermitra, tapi jangan salah kaprah. Franchise memiliki regulasi dan legalitas tersendiri,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan calon mitra agar berhati-hati dalam memilih peluang usaha. Legalitas, kekuatan brand, dan transparansi perjanjian menjadi faktor penting sebelum berinvestasi. “Jangan tergiur janji cepat untung tanpa pembinaan yang jelas,” pesannya.

Djoko mencontohkan banyak produk lokal berpotensi menjadi brand nasional jika dikelola dengan sistem franchise yang profesional, seperti bakso, rujak cingur, hingga pecel Madiun.

“Kita tidak harus menciptakan produk baru. Kekuatan lokal bisa mendunia jika dikemas secara profesional,” ujarnya.

Lebih jauh, IFBEX 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi Jawa Timur untuk memperkuat ekosistem bisnis, memperluas jaringan kemitraan, dan melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.