Ikan Panggang Mastubi, Nikmatnya Cita Rasa Betek Utara Jombang yang Terjaga Sejak 2 Dekade

oleh -137 Dilihat
ikan panggang Jombang
Usaha ikan panggang milik Matsubi yang dirintis sejak 2004 (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang– Aroma ikan panggang yang khas tercium dari kawasan Betek Utara, Mojoagung, Jombang. Di tempat sederhana itu, Mastubi, 50, setia menekuni usaha ikan panggang yang sudah ia jalankan selama lebih dari dua dekade.

Bagi warga sekitar, nama Mastubi bukan lagi asing. Ikan panggang buatannya dikenal luas dan menjadi salah satu yang banyak dicari, terutama saat permintaan pasar sedang tinggi.

Usaha ini ia mulai sejak 2004. Sejak saat itu, ia konsisten mempertahankan cita rasa ikan panggang tradisional di tengah banyaknya pilihan kuliner modern.

“Kalau mau hasilnya bagus memang harus sabar. Proses bakarnya tidak bisa terburu-buru,” kata Mastubi, Sabtu (11/4).

Menurut Mastubi, salah satu kunci usahanya bertahan hingga sekarang adalah menjaga kualitas ikan. Ia memilih ikan tombro dan ikan mas yang didatangkan langsung dari Lamongan agar kesegarannya tetap terjaga.

Proses produksi biasanya dimulai setiap sore sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum dibakar, ikan terlebih dahulu dipotong dengan ukuran tertentu agar matang merata.

Untuk ikan berbobot 1 kilogram, biasanya dipotong menjadi empat hingga lima bagian. Sementara ikan dengan berat sekitar 0,5 kilogram dipotong menjadi dua hingga tiga bagian.

“Jadi tergantung besar kecilnya ikan atau beratnya,” ujarnya.

Bagi Mastubi, ketelitian dalam memotong ikan menjadi bagian penting. Sebab, ukuran potongan akan memengaruhi tingkat kematangan saat proses pembakaran.

Di tengah harga ikan yang kerap naik turun, Mastubi tetap berusaha menjaga harga jual agar tetap terjangkau.

Saat ini, ia menjual ikan panggang dengan harga sekitar Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram. Dalam satu kilogram, biasanya berisi delapan hingga 12 potong ikan, tergantung ukuran.

Namun, harga bisa meningkat saat momen tertentu, terutama menjelang dan selama Lebaran. Pada masa itu, permintaan melonjak tajam sehingga harga jual bisa mencapai Rp 100.000 per kilogram.

Meski demikian, pelanggan tetap datang. Bagi mereka, rasa dan kualitas yang ditawarkan dinilai sepadan.

Dalam sehari, Mastubi bisa mengolah sekitar 70 kilogram hingga 1 kuintal ikan. Jumlah itu belum termasuk penjualan ikan laut segar yang juga ia sediakan.

Dari usahanya tersebut, ia mengaku mampu meraih omzet sekitar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per hari.

Angka itu menjadi gambaran bahwa usaha kuliner tradisional masih memiliki peluang besar, selama dikelola dengan konsisten dan menjaga mutu produk.

Kisah Mastubi juga menunjukkan bahwa usaha sederhana bisa bertahan lama jika dijalankan dengan tekun. Di tengah perubahan selera pasar, ikan panggang tradisional rupanya tetap punya tempat tersendiri di hati masyarakat.

Bagi warga Mojoagung dan sekitarnya, ikan panggang Mastubi bukan sekadar lauk makan. Di balik kepulan asap pembakaran itu, ada cerita tentang kerja keras, ketelatenan, dan upaya menjaga cita rasa yang sudah dikenal turun-temurun. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.