Industri Gresik Tumbuh Pesat, Menko PM Dorong Lulusan SMK Pesantren Terserap Dunia Kerja

oleh -214 Dilihat
Menko PM Muhaimin Iskandar saat kunjungan di Gresik.
Menko PM Muhaimin Iskandar saat kunjungan di Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Pertumbuhan industri di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus didorong agar tidak hanya menghasilkan investasi, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat lokal.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kini memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi, khususnya SMK berbasis pesantren, dengan kebutuhan dunia industri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sosial ekonomi pesantren sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat Gresik bisa ikut menikmati pertumbuhan ekonomi di daerahnya.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mengatakan, pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Jangan sampai industri tumbuh besar, tetapi masyarakat di sekitarnya justru tertinggal. Ini yang harus kita koreksi. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya mengandalkan trickle down effect,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat saat mengunjungi Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (8/8).

Menurut Muhaimin, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menghubungkan pendidikan, dunia kerja, UMKM, dan akses ekonomi.

“Pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan. Bukan hanya mencetak SDM unggul, tetapi juga membuka akses kerja dan kemudahan berusaha bagi masyarakat,” Muhaimin Iskandar

Penguatan akses kerja tersebut dilakukan melalui program link and match antara SMK berbasis pesantren dan dunia industri.

Dari 62 SMK yang ada di Kabupaten Gresik, sebanyak 35 sekolah di antaranya berbasis pesantren dengan jumlah sekitar 7.883 siswa.

Kerja sama vokasi tersebut diarahkan untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, memperkuat sertifikasi, hingga membuka akses penempatan kerja.

“Anak-anak SMK berbasis pesantren harus memiliki akses yang sama ke dunia industri. Jangan sampai industri tumbuh besar, tetapi lulusan di sekitarnya tidak terserap karena kompetensinya tidak tersambung dengan kebutuhan industri,” tegas Cak Imin.

Cak Imin menyebut Gresik memiliki modal sosial yang besar untuk mendukung upaya tersebut. Terdapat 211 pesantren dengan sekitar 10.857 santri di Kabupaten Gresik.

Potensi itu, kata dia, perlu dihubungkan dengan kekuatan industri dan peluang ekonomi yang berkembang di Gresik.

Dengan begitu, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton ketika investasi dan industri tumbuh di daerah tersebut.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri melalui Tim Vokasi Daerah serta kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik.

“Pengembangan konsep sosio-ekonomi pesantren ini kami implementasikan melalui kerja sama Tim Vokasi Daerah, yaitu diketuai oleh Pak Sekda. Kemudian MoU dengan Kadin Kabupaten Gresik untuk mendampingi pemberdayaan talenta, skill dan kompetensi yang sasarannya adalah SMK,” kata Gus Yani.

Menurut Gus Yani, penguatan kompetensi tidak hanya menyasar SMK berbasis pesantren, tetapi juga SMK lainnya di Kabupaten Gresik.

Peningkatan kapasitas siswa tidak sebatas keterampilan teknis. Pemkab Gresik juga mendorong penguasaan bahasa serta pengembangan talenta agar lulusan SMK lebih siap menghadapi kebutuhan industri.

“Kami ingin ada pemberdayaan, peningkatan kapasitas, peningkatan skill, peningkatan bahasa, semuanya ditujukan kepada masyarakat Kabupaten Gresik agar tumbuh kembang bersama antara industri yang disampaikan oleh Pak Menko dengan kompetensi yang ada melalui anak-anak SMK,” ujarnya.

Gus Yani menilai peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi semakin penting seiring masuknya investasi ke Kabupaten Gresik.

Investasi dari luar negeri, termasuk China, menurut dia, harus diikuti kesiapan tenaga kerja lokal sehingga masyarakat Gresik dapat mengambil peluang kerja yang tercipta.

Salah satu kompetensi yang dinilai penting adalah kemampuan bahasa asing.

“Oh, ternyata teknologinya cukup tinggi. Investasinya China, minimal lulusan SMK itu bisa bahasa China, minimal lulusan SMK itu punya talenta-talenta terbaik,” pungkasnya

Untuk mendukung peningkatan kompetensi tersebut, Pemkab Gresik menyiapkan dukungan anggaran melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

Anggaran tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan tenaga kerja lokal agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Melalui penguatan pendidikan vokasi, kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, serta pemberdayaan pesantren, Pemkab Gresik ingin memastikan pertumbuhan industri tidak berhenti pada masuknya investasi.

Pertumbuhan industri diharapkan ikut membuka akses pekerjaan dan peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.