Ingat Batas Konsumsi Santan saat Nikmati Makanan Lezat di Lebaran Ketupat

oleh -125 Dilihat
Ketupat
Ketupat

KabarBaik.co, Sidoarjo – Usai sebulan berpuasa dan melalui hari raya Idul Fitri, kini mulai bergulir Hari Raya Ketupat. Warga Sidoarjo kini sebagian telah membuat ketupat, sebuah tradisi yang biasa terjadi setiap tahunnya.

Hari Raya Ketupat identik dengan sajian lontong atau ketupat berbahan beras yang dibungkus janur, serta sebagian menggunakan daun pisang.

Tak hanya itu, masyarakat juga membuat lepet yang terdiri dari ketan dan kacang tanah, serta disajikan bersama kuah santan untuk lontong sayur.

Namun di balik kelezatan hidangan tersebut, konsumsi santan berlebih perlu diwaspadai karena berisiko bagi kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuanita menyebut makanan bersantan dapat meningkatkan kadar kolesterol jika dikonsumsi berlebihan.

“Konsumsi santan berlebih dapat meningkatkan kolesterol, menambah asupan kalori, serta memicu gangguan pencernaan seperti mual dan perut kembung,” ujarnya pada KabarBaik.co, Minggu (29/3).

Ia menjelaskan santan mengandung lemak jenuh tinggi yang juga dapat berdampak pada tekanan darah.

“Jika dikonsumsi berlebihan, santan dapat meningkatkan risiko hiperkolesterolemia dan berkontribusi terhadap hipertensi, terutama jika dikombinasikan dengan makanan tinggi garam,” jelasnya.

Menurutnya, beberapa kelompok yang perlu membatasi konsumsi santan antara lain penderita diabetes, penyakit jantung, kolesterol tinggi, hipertensi, lansia, serta individu dengan obesitas.

“Konsumsi santan berlebih juga dapat memperburuk kondisi penyakit seperti diabetes, jantung, hingga memicu kekambuhan asam urat,” tambahnya.

Dinkes menyarankan batas aman konsumsi santan sekitar 1–2 porsi per hari dan tidak dikonsumsi sekaligus dalam satu waktu.

Dengan pengaturan pola makan yang seimbang, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan Hari Raya Ketupat tanpa mengganggu kesehatan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.