KabarBaik.co, Nganjuk – Pemkab Nganjuk menggelar sosialisasi advokasi pelaksanaan Sekolah/Madrasah Siaga Kependudukan (SSK) sekaligus deklarasi dukungan penguatan SSK di Pendopo KRT Sosro Koesoemo. Acara yang dihadiri ratusan kepala sekolah jenjang SD/Ibtidaiyah hingga SMA/Madrasah Aliyah se-Nganjuk ini bertujuan menyiapkan generasi muda yang berkarakter dan mampu merencanakan masa depan dengan baik.
Kegiatan tersebut merupakan respons cepat pemerintah daerah menyikapi 157 permohonan dispensasi nikah dini di kalangan pelajar, di mana dari jumlah itu 150 dikabulkan. Yang memprihatinkan dari jumlah itu 100 diantaranya adalah Married by accident (MBA) atau pernikahan terpaksa akibat kehamilan di luar nikah
“Data menunjukkan dari 157 pengajuan dispensasi nikah, 150 di antaranya dikabulkan, dan 100 kasus karena sudah hamil duluan. Ini adalah alarm bagi kita semua untuk lebih serius membentengi anak-anak kita,” ujar Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Jumat (13/2)
Kang Marhaen sapaan akrab Bupati Nganjuk ini menekankan pentingnya intervensi pendidikan untuk menangani fenomena sosial remaja saat ini, selain itu juga mendorong penguatan kegiatan yang melatih kemandirian dan daya juang siswa.
“Anak-anak perlu diajak kembali ke alam, seperti kegiatan berkemah yang mandiri. Mereka harus dilatih berjuang agar mentalnya tangguh dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan hidup,” tambahnya.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Nganjuk Asti Widyartini menjelaskan bahwa program SSK ini diikuti oleh 186 peserta dari berbagai lembaga pendidikan. Materi yang disampaikan akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada agar tidak menambah beban kurikulum baru.
“Tujuannya adalah agar peserta didik memiliki wawasan kependudukan yang luas dan mampu merencanakan masa depannya, sehingga siap mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ucapnya.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama penguatan SSK oleh Bupati Nganjuk bersama Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk, Kepala Kantor Kemenag Nganjuk, dan Kepala Dinas PPKB Nganjuk.
“Melalui deklarasi ini, kita ingin seluruh lembaga pendidikan menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk Puguh Harnoto.
Dengan langkah ini, Pemkab Nganjuk berharap dapat membentuk remaja yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga sehat secara reproduksi dan matang dalam perencanaan hidup, sebagai kontribusi nyata untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, dan Bunda GenRe Nganjuk S. Wahyuni Marhaen. (*)







