Innalillahi! Indonesia Berduka, Penyanyi Lintas Generasi Titiek Puspa Meninggal di Usia 87 Tahun

oleh -90 Dilihat
TITIK PUSPA

KabarBaik.co- Penyanyi senior titiek puspa meninggal dunia di usia 87 tahun pada kamis (10/4) pukul 16.30 wib. Almarhumah meningga dunial saat menjalani perawatan di rumah sakit (RS) medistra. Ia meninggalkan dua anak dan 14 cucu.

Kepergian artis senior bernama asli Sudarwati itu pun mengundang duka mendalam dari sejumlah kalangan. Termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah. Dalam akun Instagram, Khofifah menuliskan: ‘’Indonesia berduka atas berpulangnya Ibu Titiek Puspa, sosok seniman sejati yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia seni dan budaya Tanah Air,’’ kata Khofifah.

Mantan menteri sosial di era Presiden KH Abdurrahman Wahid itu menyebut, Titiek Puspa bukan hanya seorang penyanyi dan musisi legendaris, tetapi juga pemeran yang karya-karyanya tak lekang oleh waktu. ’’Lagu-lagu ciptaannya telah menjadi bagian dari memori kolektif bangsa, menghadirkan semangat, harapan, dan cinta kasih dalam setiap baitnya,’’ ungkapnya.

Sebagai perempuan, Khofifah juga mengaku sangat mengagumi kegigihan dan konsistensi Titiek Puspa dalam berkarya menjadi inspirasi lintas generasi tentang arti dedikasi, kreativitas, dan cinta terhadap negeri. ‘’Selamat jalan, Ibu Titiek Puspa. Namamu akan selalu dikenang sebagai bintang terang dalam sejarah musik Indonesia,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon melalui unggahan di akun media sosial X juga menyampaikan ucapan selamat jalan dan memanjatkan doa untuk Titiek. “Selamat jalan komposer dan penyanyi legendaris Indonesia, Mbak Titiek Puspa, Alfatihah,” tulis Fadli Zon.

Tentang Titiek Puspa

Personal

Titiek Puspa mempunyai nama asli Sudarwati, yang kemudian diubah oleh keluarganya menjadi Kadarwati dan terakhir namanya kembali diubah menjadi Sumarti. Ia merupakan putri pasangan Tugeno Puspowidjojo dan Siti Mariam. Nama Titiek merupakan nama panggilannya sehari-hari. Adapun Puspa berarti bunga yang diambil dari nama sang bapak.

Titiek Puspa lahir di Tanjung, Kalimantan Selatan, pada 1 November 1937. Ia seorang seniman profesional yang telah menggeluti seni musik, peran, bintang iklan, koreografer dan teater. Awalnya Titiek adalah seorang perempuan yang suka menyanyikan lagu Jawa namun lingkungan dan kultur tidak mendukungnya. Sebelum menjadi juara bintang radio jenis hiburan tingkat Jawa Tengah (1954), perempuan sebelas saudara ini pernah mengikuti festival musik tanpa setahu orang tuanya. Nama Titiek Puspa adalah salah satu upayanya untuk menyembunyikan identitasnya.

Karir

Kemenangannya sebagai juara kedua bintang Radio RRI Semarang itulah, kemudian memperkenalkan dirinya dengan Sjaiful Bachri, pimpinan Orkes Simphony Djakarta. Di mana saat malam anugerah penyerahan hadiah dirinya menyanyikan Chandra Buana, karya pahlawan nasional Ismail Marzuki dengan diiringi grup musik tersebut. Tidak lama kemudian Titek Puspa menjadi penyanyi tetap grup tersebut.

Perempuan yang pernah meraih BASF Award ke-10 untuk kategori pengabdian panjang di dunia musik (1994) itu, mengawali rekaman pada 1955 di Semarang. Setahun kemudian, Titiek kembali masuk dapur rekaman di perusahaan rekaman Irama, dengan satu lagu melayu. Terus-bergulir, hingga Titiek menghasilkan puluhan album. Album populernya di antaranya, kisah hidup (1963), Mama (1964), Bing (1973), Kupu-kupu Malam (1977), Apanya Dong (1982), Horas Kasih (1983), Virus Cinta (1997) dan lain-lain.

Sedangkan lagu-lagunya yang pernah menjadi hit, adalah Kisah Hidup (1963), Mama (1964), Minah Gadis Dusun (1965), Gang Kelinci, Romo Ono Maling, Rindu Setengah Mati, Cinta, Jatuh Cinta, Bing (1973), Kupu-kupu malam, pantang mundur, ayah, Adinda, Marilah ke mari, Burung kakaktua, Bapak pembangunan, Apanya dong (1982), Horas kasih (1983), dan virus cinta (1994).

Selain itu, istri Mus Mualim ini, pernah membintangi banyak film dan sinetron, di antaranya, minah gadis dusun (1965), di balik cahaya gemerlapan (1976), inem pelayan sexy (1976), karminem (1977), rojali dan juhela (1980) dan koboi sutra ungu (1982).

Dari pernikahannya dengan Mus Mualim, Titiek mendapat dua anak, Petty dan Ella, serta 14 orang cucu dari keduanya. Sementara itu di bidang teater, ia telah menyuguhkan pertunjukan teater operet papiko (persatuan artis pop ibukota) (1972) dan operet kupu kupu (2006).

Cukup lama tak mengeluarkan album, dalam rangka pilpres 2009, Titiek bersama musisi lain menyanyikan lagu bertemakan pemilu, ini pemilu kita – saudara kita semua. Melalui lagu ini Titiek mengajak masyarakat untuk sama-sama menyukseskan pemilu.

Jelang tutup tahun 2009, Titiek harus menerima kenyataan jika dirinya mengidap penyakit kanker stadium 2. Vonis tak lantas membuatnya menyerah, ia tetap semangat menjalani perawatan, bahkan ia masih sempat menulis lagu. Beberapa tahun bertahan, kini takdir telah memanggilnya. Selamat jalan Eyang Titiek Puspa… husnul khatimah.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.